PUK SPLP FSPMI se Sidoarjo Bedah Kasus Lewat Rapat Rutin

PUK SPLP FSPMI se Sidoarjo Bedah Kasus Lewat Rapat Rutin

Sidoarjo, KPonline – Sekretariat PC SPLP FSPMI Kabupaten Sidoarjo yang berada di Kavling Ganting Sejahtera, Gedangan menjadi saksi penguatan barisan para pekerja logam, Jumat (24/04/2026). Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (PC SPLP) menggelar rapat rutin (Ratin) yang dihadiri oleh 11 Pimpinan Unit Kerja (PUK) dari berbagai perusahaan di Sidoarjo.

 

Bacaan Lainnya

Bukan sekadar kumpul biasa, pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua PC, Narwoko, S.H., ini menjadi ajang “transfer ilmu” advokasi yang intensif.

 

Dalam rapat tersebut, setiap PUK memaparkan pembaruan kondisi internal mereka secara mendetail. Pembahasan mencakup:

– Update jumlah anggota.

– Perkembangan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

– Capaian keberhasilan.

– Hingga bedah kasus hukum atau perselisihan yang sedang dihadapi.

 

Metode diskusi terbuka ini memungkinkan antar-PUK untuk saling belajar. Jika satu PUK sedang menghadapi kendala tertentu, PUK lain dapat mengambil langkah pencegahan agar masalah serupa tidak terjadi di perusahaan mereka.

 

Pihak PC SPLP Sidoarjo menekankan pentingnya ketaatan terhadap standard Advokasi . Hal ini krusial agar setiap langkah yang diambil serikat memiliki landasan hukum yang kuat dan tidak goyah saat menghadapi proses hukum.

 

Manfaat nyata dirasakan oleh para peserta. Sultoni, Ketua PUK SPLP FSPMI PT Tamarin Indah, mengaku sangat puas dengan kualitas pembahasan dalam rapat rutin kali ini.

“Dari ratin ini kami bisa memahami banyak hal baru tentang advokasi. Apa yang disampaikan oleh pengurus PC kami ibaratkan ‘daging semua’ (sangat bergizi/berkualitas). Ilmu ini sudah seharusnya kami transformasikan kepada pengurus di internal PUK kami,” tegas Sultoni.

 

Komitmen PC SPLP FSPMI Kabupaten Sidoarjo sangat jelas: Menciptakan kader yang mandiri secara advokasi. Dengan pemahaman hukum yang matang, setiap anggota diharapkan mampu menjaga dan memperjuangkan kesejahteraan mereka sendiri di lingkungan kerja.

 

Melalui konsistensi rapat rutin ini, FSPMI Sidoarjo membuktikan bahwa senjata utama pekerja bukan hanya kekuatan massa, melainkan juga kecerdasan dalam berorganisasi dan penguasaan regulasi.

 

(Khoirul Anam)

Pos terkait