PC SPLP FSPMI Kabupaten Morowali Gelar Konsolidasi Persiapan Aksi May Day 2026

PC SPLP FSPMI Kabupaten Morowali Gelar Konsolidasi Persiapan Aksi May Day 2026

Morowali, KPonline – PC SPLP FSPMI Morowali mengadakan konsolidasi persiapan Aksi May Day 2026 bertempat di Bahodopi pada Sabtu, 18 April 2026. Konsolidasi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh struktur organisasi dalam menyambut Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026.

Konsolidasi dihadiri seluruh pengurus PC SPLP FSPMI Morowali, ketua PUK, serta perwakilan PUK SPLP FSPMI se-Kabupaten Morowali. Forum ini membahas strategi mobilisasi, teknis aksi, hingga substansi tuntutan yang akan dibawa pada May Day 2026.

Dalam konsolidasi tersebut, PC SPLP FSPMI Morowali menegaskan kembali komitmen untuk mengusung tuntutan nasional hasil Rakernas FSPMI. Tujuh tuntutan itu meliputi pencabutan UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, pemberlakuan upah layak nasional, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, jaminan pensiun buruh, tolak PHK sepihak, dan wujudkan reforma agraria untuk kedaulatan pangan.

Selain tuntutan nasional, forum juga merumuskan beberapa tuntutan lokal yang menjadi fokus perjuangan buruh di Morowali. Sorotan utama diarahkan pada berbagai permasalahan ketenagakerjaan yang ada di kawasan industri PT IMIP. Isu yang mengemuka antara lain praktik kerja kontrak berkepanjangan, lemahnya penerapan K3, minimnya keterlibatan serikat dalam penyusunan PKB, serta jaminan keselamatan kerja di sektor smelter.

Ketua PC SPLP FSPMI Morowali, Murtarto menyampaikan bahwa konsolidasi ini penting untuk menyamakan persepsi seluruh PUK.

“May Day 2026 harus menjadi momentum perlawanan yang terorganisir. Kita tidak boleh berangkat tanpa arah. Tuntutan nasional kita kawal, masalah lokal di IMIP juga harus kita selesaikan,” tegasnya di hadapan peserta.

Perwakilan PUK yang hadir turut menyampaikan laporan kondisi di basis masing-masing. Mayoritas menyoroti masih adanya PHK tanpa prosedur, status kerja yang tidak jelas, dan sulitnya akses berorganisasi di beberapa perusahaan subkontraktor IMIP. Seluruh catatan itu akan dirangkum menjadi materi aksi dan bahan advokasi ke Disnaker serta DPRD Morowali pasca May Day.

Konsolidasi menyepakati beberapa langkah tindak lanjut. Pertama, setiap PUK wajib melakukan pendidikan politik dan sosialisasi tuntutan ke anggota hingga akhir April. Kedua, pembentukan tim teknis aksi untuk mengatur mobilisasi massa, jalur aksi, dan logistik. Ketiga, membuka posko pengaduan di sekretariat PC untuk menampung laporan pelanggaran ketenagakerjaan di kawasan IMIP.

“Target kita, buruh Morowali berangkat ke pusat aksi dengan satu komando dan satu tuntutan. Dari Bahodopi kita kirim pesan: buruh IMIP tidak diam,” ujar salah satu ketua PUK peserta konsolidasi.

PC SPLP FSPMI Morowali menargetkan ribuan anggota turun dalam aksi May Day 2026. Konsolidasi ini menjadi penanda bahwa persiapan menuju 1 Mei sudah dimulai dan akan terus dikawal hingga hari pelaksanaan. Hidup Buruh! Hidup FSPMI!

Penulis : Syukur
Editor : Yanto