PUK SPL FSPMI PT. SSS Kita Kuat karena Kita Berserikat, Upah 2022 Naik 10%

Cilegon, KPonline – Sekilas tentang PT. Sapta Sarana Sejahtera (PT. SSS) adalah PUK yang tergabung dalam anggota SPL FSPMI Kota Cilegon. Terbentuk di bulan Agustus tahun 2020. Setidaknya ada dua hal yang sudah dicapai oleh PUK dalam memperjuangkan kesejahteraan anggotanya :

1. Perubahan Status PKWT menjadi PKWTT. Pada Tahun 2021 Pengurus PUK SPL FSPMI PT. SSS memberanikan diri melakukan perundingan dengan pihak management terkait status pekerja. PUK Meminta kepada pihak pengusaha bahwa pekerja harus berubah status hubungan kerjanya dari PKWT menjadi PKWTT. Karena sebuah ketentuan dan menurut UU No. 13/2003 bahwa PKWT hanya 2x kontrak atau maksimal 3 tahun kerja.

Bacaan Lainnya

Sehubungan dari itu bahwa pekerja PT. SSS sudah mensyaratkan PKWTT karena masa kerja para pekerja bergabung di PT.SSS sejak 2013 sampai dengan sekarang. Perundingan yang di tempuh oleh PUK SPL FSPMI PT.SSS dengan menempuh jalur bipartit sampai dengan mediasi dengan Disnaker Kota Cilegon.

Alhamdulillah sidang mediasi ke-3 membuahkan hasil dan membuat perjanjian bersama antara PUK dengan pihak pengusaha tepatnya di bulan September 2021 Perjanjian Bersama (PB) di buat, Isinya adalah bahwa pihak pengusaha PT.SSS sepakat bahwa PKWTT di adakan di awal Januari tahun 2022 dengan memprioritaskan masa kerja sejak tahun 2013 s/d 2016. Dan Januari 2022 PKWTT sudah terealisasi kepada sebagian pekerja.

PUK SPL FSPMI PT. SSS akan terus mengawal PB ini sampai dengan status seluruh pekerja menjadi PKWTT. Terima kasih atas bantuan dan support dari Pimpinan Cabang SPL FSPMI Kota Cilegon dan komitmen dari pengurus PUK Sehingga tuntutan dari kami bisa terealisasi.

2. Kenaikan Upah 2022 sebesar 10%
Upah adalah urat nadinya Pekerja, sejak pemerintah menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja dan turunannya yakni PP No. 36/2021 tentang pengupahan. Banyak sekali penolakan dari kaum buruh karena buruh merasa komponen perhitungan kenaikan upah yang tertuang di PP tersebut tidak Adil, karena mendegredasi kesejahteraan kaum buruh, bahkan jauh dari kata layak, karena tidak seimbang dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi apalagi kebutuhan hidup layak.

PUK – PUK yang berafiliasi dalam PC SPL FSPMI juga ikut melakukan aksi penolakan PP No. 36 tersebut. Dengan melakukan aksi di depan kantor Walikota Cilegon dan kantor gubernur Banten. PUK SPL FSPMI PT.SSS melakukan perundingan pada akhir Desember 2021 dengan management PT. SSS terkait penyesuaian Upah Tahun 2022. Karena menurut kami dengan lahirnya PP No. 36/2021 kami tidak bisa mengandalkan kenaikan upah dari kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap kaum pekerja. PUK SPL FSPMI PT. SSS meminta kepada management untuk menaikan upah tahun 2022 sebesar 10% dari UMK Tahun 2021.

PUK menjelaskan kepada management bahwa ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pekerja dan kelangsungan hidup layak di kota Cilegon, maka dari itu PUK melakukan diskusi kepada management untuk menaikan upah sebesar 10% demi terciptanya keadilan, pengusaha untung, pekerja bisa sejahtera dan terciptanya hubungan industrial dengan baik.
dengan komitment PUK dengan management PT. SSS sepakat bahwa kenaikan upah pada tahun 2022 naik sebesar 10% dari UMK tahun 2021.

Terima kasih kepada management yang sudah peduli dengan kebutuhan pekerja. Tak lupa juga ini peran penting pengurus PUK SPL FSPMI PT. SSS yang sudah berjuang melakukan perundingan sehingga kenaikan upah terealisasi.

Pos terkait