PT. The First National Glassware (FNG) Dinyatakan Pailit

Jakarta, KPonline – Seperti diberitakan sebelumnya pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 yang lalu, bahwa pada hari ini, kamis ( 14/3/2019 ) kasus yang terjadi perihal proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU ) diputuskan di Pengadilan Hubungan Industrial yang berlokasi di Jl. Bungur Besar Raya, RT.2/RW.1, Gn. Sahari Sel., Kemayoran, Kota Jakarta Pusat.

Pada Persidangan hari ini beda dengan sidang-sidang yang sebelumnya, karena pada hari ini dihadiri oleh ratusan buruh PT. The First National Glassware (FNG) dan juga massa solidaritas dari beberapa Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia yang ada di Jakarta. Hadir juga Winarso selaku ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI DKI, pengurus Pimpinan Cabang SPAI FSPMI DKI Jakarta dan juga Dadang Cahyadi selaku Panglima Koordinator Daerah Garda Metal FSPMI DKI, Sekretaris Atzar Ajie, dan beberapa perwakilan pengurus daerah GM DKI.

Pada agenda siang hari ini, Hakim memutuskan bahwa PT. The First National Glassware (FNG) dinyatakan pailit, keputusan ini langsung dirayakan dengan penuh suka cita oleh seluruh buruh FNG dan massa solidaritas yang hadir pada hari ini.

Buruh PT. The First National Glassware (FNG)

Haerudin selaku ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT. FNG mengatakan bahwa saya ucapkan syukur Alhamdulillah, dan juga saya ucapkan keputusan hari ini atas jerih payah perjuangan seluruh perangkat DPP FSPMI, PP SPAI, DPW FSPMI DKI Jakarta, PC SPAI FSPMI DKI Jakarta, Garda Metal FSPMI DKI dan tidak lupa seluruh anggota PUK FNG.

“Perjuangan ini sangat panjang dan sangat melelahkan, tetapi keputusan pailit ini bukanlah akhir daripada perjuangan buruh FNG, bahwa ini adalah awal mula untuk kita memperjuangkan hak kita yang selama ini kita ingin dapatkan”. Ujar Haerudin

“Dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan rapat dengan perangkat PC, DPW dan PP SPAI FSPMI, untuk menindaklanjuti hasil putusan sidang hari ini dan juga langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan”. Pungkas pria berambut gondrong yang biasa dipanggil Panglima oleh kawan-kawan FSPMI DKI Jakarta. (Brd )