Protes Polusi Udara, Warga Bawa Spanduk Bertuliskan Kampung Wisata Asap

  • Whatsapp

Mojokerto, KPonline – Tidak hanya di Tangerang, di Mojokerto, warga juga mendemo pabrik di lingkungan mereka yang menyebabkan polusi udara. Hal ini hendaknya menjadi pelajaran bagi perusahaan, agar dalam melakukan proses produksi tidak mengganggu masyarakat. Khususnya terkait pencemaran lingkungan.

Vice President Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kahar S. Cahyono mendukung upaya warga yang memprotes perusahaan yang menyebabkan polusi dalam menjalankan proses produksi. Menurut Kahar, perusahaan hendaknya jangan hanya mengejar keuntungan tetapi mengabaikan terjadinya polusi yang disebabkan oleh perusahaannya.

“Serikat pekerja hendaknya ikut mengingatkan jika perusahaan tempatnya bekerja dalam menjalankan usahanya tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Seperti diberitakan okezone.com (10/1/2017), puluhan ibu rumah tangga berunjuk rasa ke pabrik peleburan baja milik PT Mana Jaya Makmur (MJM) di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Mereka ingin menagih komitmen bersama terkait dengan penanganan polusi dampak proses produksi.

Perusahaan itu dinilai tak kunjung menyelesaikan permasalahan polusi debu limbah produksi pengecoran baja yang terus merugikan warga.

Dengan membawa baner panjang berisi tuntutan, warga dari Desa Tambak Agung, Kecamatan Bangsal itu melakukan long march sejauh 1 kilometer. Selain membawa poster, sebagian juga mengenakan topeng tokoh Satria Baja Hitam sebagai bentuk sindiran kepada perusahaan atas pencemaran udara.

“Aksi warga ini adalah untuk menagih janji atau komitmen perusahaan terkait dengan persoalan polusi udara yang bersumber dari aktivitas produksi pabrik baja,” kata Kepala Desa Tambak Agung, Filla Muji Utomo di sela aksi, Selasa (10/1/2017).

Menurutnya, pada 1 Desember 2015, pihak perusahaan sudah membuat komitmen bersama dengan warga terkait persoalan polusi udara yang bersumber dari perusahaan peleburan baja itu. Perusahaan berjanji menyelesaikan permasalahan polusi udara dari limbah peleburan baja.

“Warga sudah bersabar. Selama satu tahun ini kami sudah memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan pembenahan, tapi ternyata polusi udara ini tetap sama dan tidak ada perubahan, sehingga kami menagih janji itu,” tambahnya.

Filla memaparkan, banyak warga desanya dirugikan akibat polusi udara ini. Beberapa warga harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita asma dampak buruknya kualitas udara. Selain itu, debu yang dikeluarkan dari mesin produksi peleburan baja membuat tanaman warga rusak.

“Warga sudah banyak dirugikan. Maka itu, sekarang kami menagih janji PT MJM yang katanya siap untuk menghentikan proses produksi jika tidak bisa mengantasi permasalahan polusi udara, sesuai dengan komitmen bersama yang sudah dibuat,” pungkasnya.

Sementara itu, usai melakukan orasi, beberapa warga lantas memasang spanduk berisi tuntutan di gerbang pabrik. Aksi demontrasi itu berjalan dengan tertib. Meski tidak satupun dari pihak manajemen perusahaan yang menemui peserta aksi.

Sumber: okezone.com