Jakarta, KPonline – Presiden Prabowo Subianto terlihat mencatat langsung poin-poin usulan yang disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas, Jakarta Pusat Jumat, 1 Mei 2026.
Di hadapan ratusan ribu massa buruh, Said Iqbal menyampaikan aspirasi pekerja secara langsung kepada Presiden. Tuntutan yang diserahkan mencakup isu HOSTUM, Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah, hingga perlindungan pekerja dari ancaman PHK.
Berikut 11 usulan KSPI yang disampaikan kepada Presiden Prabowo yaitu Sahkan RUU Ketenagakerjaan, Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah, Hentikan ancaman PHK akibat perang segera deklarasikan Satgas Anti PHK, Reformasi pajak : Hapus Pajak THR, JHT, Pensiun dan naikkan PTKP, Sahkan RUU Perampasan Aset, Potongan Ojol maksimal 10%, Lindungi Industri Nikel, Moratorium industri semen yang sudah over supply, Angkat Guru Honorer dan Paruh Waktu menjadi ASN, Revisi UU No 2 tahun 2004 dan perjuangan yang lalu dapat diselesaikan tahun ini.
Presiden Prabowo tampak menyimak dan mencatat poin-poin tersebut di atas panggung. Ia beberapa kali mengangguk saat Said Iqbal menyoroti isu outsourcing dan Satgas Anti PHK.
Lebih lanjut Said Iqbal menegaskan gerakan pekerja Indonesia masih menjadikan kesejahteraan dan kepastian kerja sebagai agenda utama.
“Dengan HOSTUM sebagai sorotan, kami kirim pesan jelas bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dibangun di atas ketidakpastian nasib pekerja,” ujar Said Iqbal.
May Day 2026 di Monas dihadiri ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. Selain menerima usulan KSPI, Presiden Prabowo juga mengumumkan ratifikasi Konvensi ILO 188, Perpres perlindungan driver online, program MBG, serta membagikan paket sembako kepada peserta aksi. (Yanto)