Potongan THR, Union Busting Hingga PHK, PUK FSPMI PT. Borwita Jakarta Akan Mogok Kerja

Jakarta, KPonline – PUK SPAI FSPMI PT. BCP ( Borwita Citra Prima ) DKI Jakarta melakukan konsolidasi akbar dan bermaksud melakukan mogok kerja yang mana pengurus PUK sedang memperjuangkan nasib tentang Potong THR yang dilakukan pihak manajemen PT. BCP.

Namun ketika melakukan loby loby selalu di tolak dan berakhir dengan berujung Union busting PUK SPAI FSPMI PT. BCP Jakarta.

Bacaan Lainnya

Ketua PUK Supriyadi melakukan konsolidasi ini guna menguatkan anggota yang mana pengurus PUK ada 1 orang yang terancam di PHK, 1 orang anggota juga terancam di PHK serta 22 orang anggotanya lainnya di mutasi.
Sedangkan sang ketua PUK Supriyadi sendiri dalam tahapan di PHK oleh prusahaan.

Menyikapi banyaknya permasalahan ini, PUK SPAI FSPMI PT. Borwita Citra Prima Jakarta di jalan Penggangsaan Dua no. 17A Kelapagading, Jakarta  Utara dalam konsolidasi ini terungkap akan melakukan Mogok kerja di mulai tanggal 17 Juni 2020 sampai 30 Juni 2020.

Dengan adanya penolakan Pemotongan THR 50% dan secara bersamaan pihak manejemen melakukan tindakan mutasi bertahap, dari anggota pengurus hingga ketua PUK ke luar daerah yang total keseluruhan berjumlah 22 anggota FSPMI SPAI DKI Jakarta patut di duga hal ini dilakukan pihak manajemen PT. Borwita Citra Prima merupakan union nusting untuk menghindari perjuangan serikat dalam hal tuntutan kesejahteraan seperti THR, upah, status kerja, kebebasan berserikat dan berorganisasi.

Situasi Pandemi Covid19 ini banyak di manfaatkan perusahaan yang sebenarnya mampu namun merampas dan menghilangkan kesejahteraan kaum buruh guna meningkatkan laba perusahaan seperti yang terjadi di PT. Borwita Citra Prima di mana terjadi efisiensi yaitu penggabungan divisi logistik dan penjualan atau sales kebijakan ini berdampak bagi pekerja yaitu beban kerja bertambah namun upah atau pendapatan berkurang.

“Terkait hal ini, kami Pimpinan Cabang SPAI FSPMI DKI Jakarta akan mengawal aksi mogok kerja Puk dan bersolidaritas akan melakukan aksi massa kepung dan geruduk perusahaan pada tanggal 19 Juni 2020.” ujar Kardinal, Ketua PC SPAI FSPMI DKI.

“Surat pemberitahuan walaupun di tolak oleh pihak polres Jakarta Utara kami akan mengirimkan kembaki surat pemberitahuan perihal aksi massa melalui ini melalui JNE maupun TIKi karena sifatnya hanya pemberitahuan bukan Izin sesuai UU no. 9 tahun 1998 tentang Kebebasan menyampaikan Pendapat atau Unjuk Rasa.” tambahnya.

PT. Borwita Citra Prima merupakan termasuk perusahaan yang maju dan berkembang namun tidak di ikuti oleh kesejahteraan pekerjanya di mana  terjadi Mutasi sepihak perusahaan distributor barang-barang konsumen dengan fokus regional di Indonesia Timur.

Sejak 1988, Borwita memulai distribusi barang-barang konsumsi yang terus berkembang pesat hingga sekarang, Borwita adalah perusahaan distributor independen modern yang terfokus di Indonesia bagian timur. Didorong oleh pertumbuhan yang cepat dari divisi distribusi produk konsumtif, PT. Borwita Citra Prima didirikan pada tahun 1995. Sampai sekarang, Borwita Citra Prima mendistribusikan berbagai macam produk konsumtif, termasuk perawatan pribadi & kebersihan, makanan, minuman dan makanan ringan. Prinsipal dari Borwita Citra Prima adalah pemimpin pasar dalam segmennya masing-masing dan mencakup perusahaan multinasional serta perusahaan berkembang. Jangkauan distribusi Borwita saat ini di seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.

Aksi yang akan di lakukan PUK SPAI FSPMI PT. Borwita akan di dukung dari anggota Serikat Pekerja PT. Borwita yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka akan mensupport semua aksi yang di lakukan PUK SPAI FSPMI PT Borwita Citra Prima yang ada di Jakarta.

(Omp/rj).

Pos terkait