​Peringati May Day 2026, FSPMI Kota Cilegon Gelar Konsolidasi Akbar

​Peringati May Day 2026, FSPMI Kota Cilegon Gelar Konsolidasi Akbar

Cilegon, KPonline-Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday pada 1 Mei 2026 mendatang, Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kota Cilegon mulai memanaskan mesin organisasi.

Bertempat di Sekretariat KC FSPMI Cilegon, Perwakilan pengurus unit kerja ketua dan sekretaris (PUK) berkumpul untuk mematangkan strategi keberangkatan menuju Jakarta. Selasa, (28/4/2026).

​Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan mobilisasi massa berjalan tertib, satu komando, dan membawa isu-isu krusial yang saat ini tengah menghimpit kaum buruh.

​Poin Strategis Konsolidasi
​Dalam pertemuan tersebut, jajaran pengurus daerah menekankan beberapa poin penting yang akan menjadi fokus utama aksi di Ibu Kota.

​Pendataan jumlah anggota pun dilakukan dan akan diberangkatkan menggunakan armada bus dari titik kumpul di Cilegon. Sekitar 7 bus akan bertolak dari Cilegon menuju Jakarta memperingati Mayday.

​Isu Prioritas dalam mayday kali ini yakni; Penolakan terhadap kebijakan upah murah, tuntutan penghapusan sistem kerja outsourcing yang tidak berkeadilan, serta perbaikan jaminan sosial.

​selain itu, prihal keamanan dan Ketertiban: Koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan konvoi buruh dari “Kota Baja” menuju Jakarta berjalan lancar tanpa mengganggu fasilitas umum.

​Suara dari buruh Cilegon untuk Nasional
​Ketua KC FSPMI Kota Cilegon Erwin Supriyadi menegaskan bahwa keberangkatan ribuan buruh Cilegon ke Jakarta bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan upaya menyampaikan aspirasi langsung ke pusat pemerintahan.

​”May Day 2026 adalah momentum pengingat bagi pemerintah. Kami dari Cilegon tetap konsisten membawa mandat anggota: stop kebijakan yang memiskinkan buruh.

Konsolidasi hari ini membuktikan bahwa semangat kawan-kawan di pabrik-pabrik masih sangat membara,” tegasnya dalam orasi konsolidasi.

​Persiapan Logistik dan Teknis
​Selain penguatan ideologi dan isu ketenaga kerjaan, rapat ini juga membahas detail teknis di lapangan, meliputi:

•​Atribut Aksi: Penyiapan bendera, spanduk, dan seragam kebanggaan FSPMI.

•​Tim Medis & Konsumsi: Pembentukan tim khusus untuk mengawal kesehatan massa aksi selama di perjalanan hingga kembali ke rumah masing-masing.

​FSPMI Kota Cilegon berharap aksi di Jakarta nanti dapat didengar oleh pengambil kebijakan. Dengan persatuan yang kuat dari berbagai sektor industri di Cilegon—mulai dari baja, kimia, hingga energi—buruh optimis bahwa suara kolektif mereka akan memberikan dampak nyata bagi perubahan regulasi ketenagakerjaan di Indonesia.

​Hidup Buruh!
Hidup Rakyat yang Melawan!