Perempuan Sehat Melahirkan Generasi Hebat

  • Whatsapp

Mojokerto, KPonline – Kegiatan ini sudah berlangsung beberapa hari yang lalu. Meskipun sudah berlalu, ia tidak berhenti hingga di hari itu. Kesan, kenangan, dan semangat dari kegiatan tersebut masih terasa. Hingga hari ini, bahkan nanti.

Saat itu tanggal 12 Maret 2017, Ketika Biro Perempuan PC SPAMK FSPMI Mojokerto mengadakan Training Maternity Protection.

Bacaan Lainnya

Sebagai Wakil Ketua Bidang Perempuan PP SPAMK FSPMI, saya hadir sebagai salah satu pembicara. Dalam kesempatan itu, hadir juga Wakil Sekertaris, Putri, dab Ketua Biro Perempuan PC SPAMK FSPMI Mojokerto, Irul.

Agenda seminar yang diselenggarakan sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB berjalan lancar.

Peserta training yang semuanya adalah Perempuan sangat antusias mengikuti seminar tersebut. Hal ini terlibat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta.

Salah satu kegiatan dalam training maternity protection di Mojokerto.

Hal lain yang membanggakan, dari 45 orang yang diudang, seluruhnya hadir. Mereka mengikuti seminar ini hingga selesai. Tak ada yang meninggalkan ruang lebil awal. Saya rasa, Biro Perempuan FSPMI Mokokerto layak untuk diteladani Biro Perempuan di daerah lain.

Seminar ini menekankan, bahwa sesibuk apapun perempuan yang bekerja di perusahaan dan masih harus bekerja di rumah, menjaga alat reproduksinya adalah satu hal yang tak bisa disepelekan. Bagaimanapun, reproduksi adalah bagian dari perempuan yang benar-benar harus dijaga.

Itulah sebabnya, pekerja perempuan harus mendapatkan hak cutinya 2 hari dalam sebulan tanpa harus disertai surat dokter, tanpa ada pemeriksaan, dan tanpa adanya pemotongan premi hadir.

Foto bersama usai training. Sebentuk komitmen untuk selalu bergandengan tangan memperjuangkan hak-hak reproduksi kaum perempuan.

Oleh karena itu, buruh menuntut pemerintah segera meratifikasi Konvensi ILO 183. Cuti melahirkan yang saat ini 12 minggu menjadi 14 minggu karena hal ini sangat diperlukan untuk Ibu yang baru melahirkan guna menjaga kesehatan alat reproduksinya. Dan tidak hanya untuk ibu, cuti melahirkan lebih lama juga bermanfaat untuk bayi, agar dia mendapatkan ASI lebih banyak untuk kekebalan tubuhnya.

Dalam 14 minggu tersebut diambil 6 minggu sebelum melahirkan untuk menjaga kesehatan Ibu dalam mempersiapkan persalinannya, dan 8 minggu sesudahnya untuk menjaga Ibu dan pemberian ASI untuk bayinya.

Saya percaya, bahwa anak yang sehat dan cerdas hanya akan terlahir dari Ibu yang sehat. Dari sebelum hamil sampai sesudah melahirkan. Inilah substansi dari seminar tentang Maternitas Protection ini diselenggarakan. Ia menjadi semacam ikhtiar untuk mempersiapkan generasi yang sehat dan kuat. Generasi yang akan membawa bangsa dan negara ini menjadi lebih maju dan sejahtera.

Penulis: Nur Khanifah

==========
Baca juga beragam artikel lain terkait dengan Buruh Perempuan yang diterbitkan KPonline.

Pos terkait