Penukaran Uang Receh Baru di Rest Area KM 57 Karawang

Karawang, KPonline – Penukaran uang baru receh yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Rest Area KM 57 Jalur Tol Jakarta – Cikampek lebih tepatnya di Desa Gintungkerta Kec. Klari Kab. Karawang Jawa Barat resmi dibuka ini hari ini, Rabu (29/05/2019) sampai hari Minggu (02/06/2019) dari jam 08.00 – 18.00 WIB.

Acara tersebut langsung dibuka oleh Rosmaya Hadi (Ibu Maya) yang merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ibu maya juga mengadakan wawancara dengan beberapa wartawan yang sudah dari pagi menunggu keterangan dari Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut.

Dalam keterangan persnya, Ibu maya menjelaskan bahwa BI menyiapkan pendistribusian uang baru hingga 217,1 Triliun dan hingga sampai hari ini sudah 160 Triliun yang sudah terdistribusi atau 83,2%, untuk porsi pembagiannya sendiri yang paling banyak untuk pulau Jawa 84 Triliun, 41 Triliun di Jabodetabek, 56,6 Triliun di Sumatera dan sisanya KTI (Kawasan Indonesia Timur), untuk penukaran uang baru yang resmi disediakan oleh BI tahun lalu ada 1776 titik, karena tahun 2019 antusias masyarakat yang semakin meningkat, oleh karena itu BI sendiri menaikkan hingga 2941 titik, dan yang lebih banyak untuk penukaran uang baru lebih banyak untuk uang kecil atau receh hingga 93,7%, Penukaran uang lebih meningkat di minggu-minggu terakhir Ramadhan.

Dalam acara penukaran uang receh yang diselenggarakan BI temanya adalah “Bank Indonesia Peduli Mudik dengan Fitrah bersama Rupiah”, selain itu di acara penukaran uang receh ini juga dibarengi dengan edukasi ke masyarakat untuk memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan lambang 3D yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang. Selain memahami ciri-ciri uang rupiah BI juga mengedukasi masyarakat untuk memberikan tips bagaimana cara merawat uang rupiah dengan lambang 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distepler, Jangan dibasahi, Jangan diremes).

Agar lebih memanjakan para pemudik yang menggunakan jalur tol maupun masyarakat sekitar yang menukarkan uang receh, di tenan penukaran uang receh yang diselenggarakan BI juga disediakan kursi pijat, pemeriksaan kesehatan, tempat berteduh, toilet serta hadiah menarik lainnya untuk masyarakat yang berkunjung ke tenan tersebut dan kesemuanya itu adalah gratis. BI menghimbau Masyarakat agar selalu menukarkan uang receh di tempat-tempat resmi yang disediakan oleh BI untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan

BI mencatat pendistribusian uang di masyarakat ada kenaikan 13,5%, selain uang tunai BI juga bersinergi untuk uang non tunai atau uang elektronik bahkan kebutuhannya meningkat hingga naik 62% sedangkan untuk nilainya sendiri tumbuh 101,2%. Untuk Penukaran uang receh untuk rest area di tol trans Jawa ada 15 rest area. Untuk pelayanan non tunai seperti pembalian perdana uang non tunai dan top up saldo, BI sudah menyiapkan 84 unit di sekitar jalan tol. Untuk di jalur mudik sendiri ada 53 titik dan untuk di arus baliknya ada 55 titik.

(PNJ)