Pentingnya Bahasa Asing Bagi Kaum Buruh

Pentingnya Bahasa Asing Bagi Kaum Buruh

Bogor, KPonline -Dalam hubungan internasional, bahasa pengantar yang sering digunakan oleh orang banyak salah satunya adalah bahasa Inggris. Di banyak negara, bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar, bahkan juga digunakan sebagai bahasa resmi sebuah negara, terutama negara-negara jajahan Inggris. Ada beberapa alasan kenapa bahasa Inggris dijadikan bahasa internasional. Diataranya karena bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa tertua yang ada di dunia yang berasal dari dataran Britania Raya.

Bahasa Inggris tidak digunakan di negara-negara merdeka dan di bawah penjajahan Spanyol, Portugis, Perancis, dan Belanda. Akan tetapi, secara perlahan-lahan dan pasti, bahasa Inggris pun menjadi sebuah bahasa internasional yang baru. Bahasa Inggris menjadi bahasa dunia karena dianggap sebagai sebuah bahasa yang relatif mudah untuk dipelajari. Metode dan skema pengajaran dan penyampaian bahasa Inggris, beragam caranya disesuaikan dengan kearifan lokal di suatu negara.

Dalam perkembangan industri yang semakin berkembang, kaum buruh dituntut untuk cakap dan mampu menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Dan pada Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI yang kali pertama dilaksanakan pada 6-8 Desember 2018, hadir Wati Anwar Wakil Vice President FSPMI Bidang Hubungan Internasional dari Dewan Pimpinan Pusat FSPMI, yang memberikan materi tentang betapa pentingnya bahasa asing bagi kemajuan kaum buruh. Interaksi dan komunikasi di zaman millenial ini, banyak juga yang sudah menggunakan bahasa Inggris, baik di dunia kerja maupun di semua kalangan masyarakat. Sehingga penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris, diperlukan bahkan dibutuhkan menjelang Revolusi Industri 4.0.

Perempuan yang sudah menginjak usia 64 tahun ini, dengan interaktif dan komunikatif, menyampaikan materi dasar bagaimana penggunaan bahasa Inggris yang baik dan benar. Ada sebuah kalimat yang cukup menarik yang diucapkan oleh Wati Anwar, “Language is the window of the world”, yang artinya bahasa adalah jendela dunia. Ini bermakna, jika kita ingin melihat dunia luar, maka penguasaan bahasa menjadi kunci bagi Itu semua. Dan agar bisa melihat dunia secara luas, maka kuasailah bahasa.

Di akhir sesi, Wati Anwar mengutip sebuah ungkapan berbahasa Inggris yang cukup menggugah seluruh peserta Jambore Nasional Pekerja Muda SPAMK-FSPMI yang diadakan di Grand Cempaka Resort, Cipayung, Bogor. Kutipan ungkapan itu berbunyi, “We are union by working together, we do more to make dreams to a reality”.

Facebook Comments

Comments are closed.