Pengganti Wakil Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Buruh Berharap Mardani Ali Sera

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Siapa yang akan menggantikan Sandiaga Uno sebagai Wakil gubernur DKI Jakarta? Jawaban atas pertanyaan ini nampaknya sudah mulai ada kejelasan. Wakil Gubernur pengganti Sandiaga dipastikan berasal dari PKS.

Sesuai dengan Pasal 176 UU No.10/2016, jika jabatan Wakil Gubernur kosong, maka partai pengusung atau gabungan partai pengusung pasangan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih berhak mengusulkan dua calon Wagub kepada DPRD DKI Jakarta yang nantinya akan dibahas dalam rapat paripurna DPRD.

Mengapa PKS? Ada dua hal yang menunjukkan titik terang bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga berasal dari PKS.

Pertama, disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. Hidayat mengatakan bahwa sudah ada pembicaraan antara PKS dengan Gerindra. Bahwa terkait pengganti Sandiaga, akan diisi oleh kader PKS.

Karena pengusung pasangan Anies-Sandiaga adalah Gerindra dan PKS, maka Gerindra dan PKS pula yang punya hak untuk mengusulkan siapa pengganti Sandiaga Uno.

PKS sendiri, sebagai pihak yang sudah mendapat persetujuan dari Gerindra untuk mengusulkan nama, disebut-sebut sudah mempersiapkan beberapa sosok yang dianggap pas.

Setidaknya, sudah ada 3 nama yang mengemuka, yakni Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan a.k.a Aher, serta mantan DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS yang juga mantan calon wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Syaikhu.

Selain Hidayat, Anies Baswedan juga menyinggung adanya kesepakatan tersebut.

“Saya tau bahwa sudah ada kesepakatan antara PKS dan Gerindra, soal wakil gubernur diusulkan dari PKS,” kata Anies dalam acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (15/8/2018).

Dari beberapa nama yang menguat, kaum buruh mengusulkan agar Mardani Ali Sera yang akan menggantikan Sandiaga Uno. Salah satu alasannya, karena Mardani adalah ketua tim sukses Anies Baswedan – Sandiaga Uno saat Pilkada berlangsung. Setidaknya ia paham dengan permasalahan yang dihadapi DKI.

Apalagi, nama Mardani pernah santer terdengar saat konstelasi Pilgub DKI 2017 lalu sebagai cagub DKI. Namun dia batal maju dan hanya menjadi tim pemenangan pasangan Anies-Sandi.

Mardani sendiri, menyebut dirinya siap menjalankan tugas apapun selama diamanatkan oleh partai.

“Pokoknya yang penting kerja saja, dapat tugas siap (melaksanakan),” ujarnya.

Mardani mengklaim bahwa surat pergantian posisi wakil Gubernur sudah disampaikan kepada DPRD DKI Jakarta.

“Tinggal (diajukan) ke Kemendagri kemudian diarahkan ke Presiden, kemudian Presiden keluarkan Keppres (Sandiaga) mundur,” jelasnya.

Jika Mardani terpilih menggantikan Sandiaga Uno, KSPI berharap yang akan menggantikannya sebagai anggota DPR RI adalah Iswan Abdullah. Tahun 2014 lalu, Iswan satu dapil dengan Mardani yang perolehan suaranya di bawah Mardani.

Ketika Iswan diberi kepercayaan menggantikan Mardani di senayan, akan ada aktivis yang gigih memperjuangkan kepentingan kaum buruh.

Iswan sendiri adalah Vice Presiden KSPI sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional utusan buruh.