Pasar Cikarang Tertata, Bukti Keberpihakan Bupati Asep Surya Atmaja Pada Rakyat Kecil

Pasar Cikarang Tertata, Bukti Keberpihakan Bupati Asep Surya Atmaja Pada Rakyat Kecil

Bekasi, KPonline–Penataan Pasar Cikarang yang selama puluhan tahun menjadi persoalan akhirnya menemui titik terang. Setelah melewati masa kepemimpinan 7 Bupati Bekasi, pasar terbesar di Kabupaten Bekasi itu kini resmi mulai ditata di era kepemimpinan Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Buruh Kabupaten Bekasi.

Langkah penataan ini disambut baik oleh para pedagang, buruh, dan masyarakat Cikarang yang selama ini mengeluhkan kondisi pasar yang kumuh, semrawut, dan tidak tertib.

Pasar Cikarang dikenal sebagai pusat perdagangan dan denyut ekonomi masyarakat. Namun selama ini tata kelola, kebersihan, dan zonasi pedagang menjadi masalah yang tak kunjung selesai.

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan penataan ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal keberpihakan kepada rakyat kecil dan penciptaan iklim ekonomi yang sehat.

“Setelah melewati 7 periode kepemimpinan bupati, hari ini kita buktikan bahwa Pasar Cikarang bisa ditata. Ini demi pedagang, demi pembeli, dan demi masa depan ekonomi Bekasi,” ujar Asep kepada Media Perdjoeangan, Jumat, (30/7/2026).

Dalam tahap awal penataan, Pemerintah Kabupaten Bekasi fokus pada 3 hal:

1. Penataan zonasi pedagang agar tidak lagi berjualan di bahu jalan dan mengganggu lalu lintas

2. Peningkatan kebersihan dan sanitasi pasar

3. Penegakan aturan yang adil dengan tetap mengutamakan dialog bersama pedagang dan masyarakat

Sebagai Ketua Partai Buruh Kab. Bekasi, Asep juga memastikan bahwa hak-hak pedagang kecil dan buruh pasar tetap menjadi prioritas dalam proses penataan. Tidak ada penggusuran tanpa solusi dan tidak ada penataan tanpa keadilan.

Dengan ditatanya Pasar Cikarang, Pemkab Bekasi menargetkan pasar ini menjadi pusat perdagangan yang modern, bersih, aman, dan nyaman. Diharapkan juga mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal serta menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin Pasar Cikarang menjadi contoh. Bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil bisa berjalan beriringan dengan penataan dan kemajuan,” pungkas Asep.

Penataan Pasar Cikarang ini menjadi bukti bahwa dengan keberanian dan komitmen, persoalan yang menumpuk selama puluhan tahun dapat diselesaikan.