Partai Buruh Tegaskan Tidak Tolerir Praktik Korupsi di Indonesia

Bandung, KPonline – Ketua Partai Buruh Bidang Guru Honorer dan Swasta, Tenaga Honorer, PNS, Didi Supriyadi, dengan tegas mengatakan, bahwa Partai Buruh menolak segala macam dan bentuk praktik korupsi, yang ada di Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Bung Didi, dalam Rapat Akbar Persatuan Buruh se-Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan di Kota Bandung. Bahkan, komitmen dalam pemberantasan korupsi tersebut, telah diwujudkan ke dalam 13 Platform Perjuangan Partai Buruh.

Bacaan Lainnya

“Partai ini sedari awal mendukung pemberantasan korupsi. Hal itu ada dalam 13 Platform Perjuangan Partai Buruh,” ujar Didi, di V & Residence Hotel, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (12/02/23).

Komitmen pemberantasan korupsi tentunya dirasa penting bagi Partai Buruh, lantaran melihat semakin banyaknya masyarakat yang hidupnya serba kekurangan. Padahal sejatinya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam yang melimpah.

“Karena di negara ini banyak warga miskin bukan karena kurang SDA, bukan karena kurang pintar. Tapi negara ini tidak sejahtera karena salah urus, membiarkan praktek-praktek korupsi merajalela,” tambah Bung Didi.

Bung Didi bahkan mengambil contoh, bagaimana persoalan korupsi masih menjadi salah satu hal yang mengkhawatirkan. Sehingga Bung Didi menegaskan dari awal, jangan sampai ada kader Partai Buruh, yang justru menyengsarakan rakyat.

“Karena pimpinan daerah di Jabar, yang tidak korupsi itu bisa dihitung. Maka jangan coba-coba bagi siapapun Anggota Partai Buruh yang ingin melakukan korupsi,” terang Bung Didi.

Terakhir, Bung Didi mengajak kepada seluruh pimpinan dan anggota serikat/organisasi yang hadir, baik dari buruh, petani, nelayan, serta yang lainnya, untuk bersama memenangkan Partai Buruh dalam Pemilu 2024. Persatuan tersebut dirasa sangat penting, lantaran Partai Buruh adalah partainya kelas pekerja.

“Ini bukan partainya Pak Said Iqbal, bukan juga partainya Pak Parno (Ketua Exco Provinsi Jabar), tapi ini partainya para Kelas Pekerja,” tutup Bung Didi.

Pos terkait