Partai Buruh Tegaskan Perjuangan Menuju Kekuasaan Politik Demi Wujudkan Negara Sejahtera

Partai Buruh Tegaskan Perjuangan Menuju Kekuasaan Politik Demi Wujudkan Negara Sejahtera

Jakarta, KPonline – Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa perjuangan Partai Buruh tidak boleh berhenti hanya pada gerakan sosial, tetapi harus diwujudkan melalui kekuatan politik untuk menghadirkan negara kesejahteraan (welfare state) bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam pidato pada pelantikan Pengurus Pusat Partai Buruh periode 2026–2031 yang digelar di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dalam pidatonya, Said Iqbal mengajak seluruh kader Partai Buruh agar tetap solid, tidak mudah goyah, dan terus berada di garis perjuangan bersama rakyat pekerja. Menurutnya, berbagai hak yang saat ini dinikmati kaum buruh, seperti jaminan sosial dan perlindungan ketenagakerjaan, merupakan hasil perjuangan panjang gerakan buruh, petani, nelayan, guru, dan kelompok masyarakat lainnya.

Bacaan Lainnya

“Jangan bersedih hati, jangan kecewa, dan jangan goyah. Perjuangan kita adalah memperjuangkan mereka yang lemah, mereka yang tertindas, dan mereka yang belum mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa cita-cita Partai Buruh adalah mewujudkan jaminan kesehatan, jaminan pendidikan, jaminan pengangguran, jaminan perumahan, lapangan pekerjaan yang layak, hingga akses air bersih bagi seluruh rakyat Indonesia.

Said Iqbal juga menekankan bahwa partai politik harus berorientasi pada kemenangan dalam pemilu agar memiliki kekuatan memperjuangkan kebijakan melalui DPR maupun pemerintahan. Menurutnya, tanpa kekuasaan politik, perjuangan rakyat pekerja akan sulit diwujudkan dalam bentuk kebijakan negara.

Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan keputusan Partai Buruh untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut, katanya, diberikan karena adanya sejumlah program pemerintah yang sejalan dengan perjuangan Partai Buruh, khususnya di bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan sosial. Namun demikian, Partai Buruh akan tetap bersikap kritis dan mengawal setiap kebijakan agar tetap berpihak kepada rakyat pekerja.

Mengakhiri pidatonya, Said Iqbal mengajak seluruh kader menjadikan Pemilu 2029 sebagai momentum memperbesar kekuatan Partai Buruh di DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD Kabupaten dan Kota, sehingga perjuangan mewujudkan negara kesejahteraan dapat dilakukan melalui kebijakan APBN dan APBD yang berpihak kepada rakyat.

Pos terkait