Reaksi Serikat Pekerja Terhadap Manajemen Perusahaan Tentang Efisiensi di PT Shoetown Ligung Indonesia

Reaksi Serikat Pekerja Terhadap Manajemen Perusahaan Tentang Efisiensi di PT Shoetown Ligung Indonesia

Majalengka, KPonline-Dalam menyikapi isu yang terjadi di PT Shoetown Ligung Indonesia mengenai efisiensi tenaga kerja yang merasa kurangnya komunikasi yang baik. Serikat Pekerja menanggapi hal tersebut dengan mengumpulkan anggota di Main Office PT Shoetown Ligung Indonesia pada hari Selasa, 11 Agustus 2026.

Setelah melakukan diskusi antara Serikat Pekerja di PT Shoetown Ligung Indonesia untuk menanggapi hal ini akhirnya disepakati bersama bahwasanya seluruh anggota untuk bersama-sama mengawal dan berkumpul di main office pada pagi hari ini untuk melakukan penolakan tentang efisiensi kepada pihak manajemen perusahaan.

Bacaan Lainnya

Dalam hal ini Serikat Pekerja di PT Shoetown Ligung Indonesia yang berjumlah 4 Serikat Pekerja diantarnya; FSP TSK-SPSI AGN, PPA PPMI, SPAI-FSPMI, dan KSPN bersama-sama menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk mengawal hal ini atas dasar solidaritas seluruh pekerja yang terkena dampak hal efisiensi tersebut.

Suatu kekecewaan dari seluruh Serikat Pekerja yaitu bahwa manajemen perusahaan mengesampingkan komunikasi tentang hal efisiensi ini dengan Kepengurusan Serikat Pekerja itu sendiri, karena dengan berjalannya komunikasi yang baik adalah suatu bentuk keberlangsungan dalam menjaga hubungan Industrial yang harmonis.

“Sudah jelas dan dapat diketahui bersama 4 Serikat Pekerja inilah yang dapat menampung aspirasi dan aduan tentang perselisihan pekerja dan perusahaan, tetapi mengapa hal seperti ini harus disampaikan melalui call center perusahaan yang disebut Kabayan. Tentu hal ini seolah-olah Serikat Pekerja sudah tidak dianggap oleh PT Shoetown Ligung Indonesia”. Ucap Warjana, perwakilan salah satu dari empat serikat pekerja di PT tersebut dalam penjelasannya.

Hal ini pun langsung menjadi konsen oleh manajemen perusahaan dan akan segera membicarakan serta berdiskusi secara baik dengan Serikat Pekerja untuk mendapatkan suatu solusi sehingga kedua pihak bersama-sama mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak dirugikan satu sama lain.

Pos terkait