Pangkorda Garda Metal Tangerang Raya Sujiatin Mendaki Gunung: Gambaran Pemimpin yang Berproses dari Bawah hingga Menuju Puncak

Pangkorda Garda Metal Tangerang Raya Sujiatin Mendaki Gunung: Gambaran Pemimpin yang Berproses dari Bawah hingga Menuju Puncak

Tangerang, KPonline – Pangkorda Garda Metal Tangerang Raya, Sujiatin, turut mengikuti kegiatan Refreshing Course Pengurus Garda Metal Tangerang Raya yang digelar pada 15–17 Agustus 2026 di Gunung Prakasak Siketuk, Ciomas, Serang, Banten.

Dalam kegiatan tersebut, Sujiatin tidak hanya hadir sebagai pimpinan organisasi, tetapi juga ikut melakukan pendakian bersama para pengurus Garda Metal Tangerang Raya. Baginya, perjalanan mendaki gunung memiliki makna yang erat dengan proses perjalanan seorang pemimpin dalam organisasi.

Bacaan Lainnya

Sujiatin mengatakan bahwa mendaki gunung merupakan gambaran perjalanan seorang pemimpin yang harus memulai dari bawah dan berproses secara bertahap hingga mencapai puncak.

“Menjadi seorang pemimpin harus memulai dari bawah. Mulai dari menjadi anggota PUK, kemudian menjadi pengurus PUK, hingga akhirnya dipercaya menjadi pimpinan serikat. Semua itu membutuhkan proses yang panjang,” ujar Sujiatin.

Menurutnya, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Ada berbagai tantangan, dinamika, serta kondisi naik dan turun yang harus dihadapi. Hal tersebut menggambarkan pentingnya keteguhan hati, kesabaran, konsistensi, dan sikap istiqomah bagi seorang pemimpin.

Sujiatin menjelaskan bahwa seorang pemimpin sejati seharusnya mengawali prosesnya dari bawah. Dengan demikian, seorang pemimpin dapat memahami realitas di tingkat paling dasar dan merasakan secara langsung denyut kehidupan serta persoalan yang dihadapi anggota.

“Seorang pemimpin harus memahami bagaimana kondisi anggota di bawah. Jangan sampai ketika sudah berada di posisi atas, lupa dengan proses dan perjuangan yang pernah dilalui,” ungkapnya.

Menurut Sujiatin, lika-liku jalur pendakian juga mencerminkan dinamika dalam organisasi. Tidak selamanya perjalanan organisasi berjalan mulus. Ada kalanya seseorang berada dalam kondisi di atas, tetapi pada waktu tertentu harus menghadapi masa-masa sulit.

Berbagai halangan dan rintangan yang ditemui selama perjalanan mendaki gunung, lanjutnya, menjadi gambaran bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketahanan mental, kemampuan menyusun strategi, serta ketahanan fisik dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Menjadi pemimpin itu harus siap diuji. Bukan hanya secara mental, tetapi juga bagaimana mengambil keputusan, menyusun strategi, dan tetap bertahan ketika menghadapi situasi yang sulit,” katanya.

Sujiatin menegaskan bahwa istiqomah merupakan salah satu kunci utama bagi seorang pemimpin untuk dapat mencapai tujuan organisasi.

“Kalau ingin menjadi pemimpin yang baik, tetaplah istiqomah. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Sama seperti mendaki gunung, kita harus terus melangkah meskipun jalannya terjal dan melelahkan. Karena pada akhirnya, ada puncak yang harus dicapai,” tegasnya.

Ia menilai kegiatan Refreshing Course tersebut memberikan pengalaman yang positif bagi para pengurus Garda Metal Tangerang Raya. Selain membangun kebersamaan dan jiwa korsa, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, kekompakan, mental, serta kemampuan menghadapi tantangan.

Sujiatin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak perangkat organisasi dan anggota.

“Kegiatan ini sangat bagus. Ke depan, semoga ada kegiatan serupa yang dapat melibatkan seluruh perangkat organisasi dan anggota, sehingga kebersamaan, kekompakan, dan jiwa korsa semakin kuat,” pungkas Sujiatin.

Pos terkait