Agung Prasetyo Kembali Terpilih Jadi Komandan Garda Metal FIM, Tegaskan Satu Komando dan Perjuangan Masih Panjang

Agung Prasetyo Kembali Terpilih Jadi Komandan Garda Metal FIM, Tegaskan Satu Komando dan Perjuangan Masih Panjang

Bogor, KPonline—Garda Metal FIM kembali menggelar agenda reorganisasi dan pemilihan pimpinan Garda Metal pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, Agung Prasetyo kembali dipercaya oleh anggota untuk memimpin Garda Metal FIM sebagai Komandan.

Pemilihan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi Garda Metal FIM. Selain sebagai bentuk demokrasi internal, reorganisasi diharapkan mampu memperkuat soliditas, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membangun kembali semangat juang seluruh anggota.

Dalam agenda tersebut, sejumlah calon menyampaikan pandangan dan komitmennya untuk membawa Garda Metal FIM semakin solid.

Triyono menegaskan bahwa Garda Metal harus tetap menjaga persatuan setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam demokrasi jangan sampai membuat anggota terkotak-kotak.

“Kita sebagai Garda Metal harus tetap solid dan semangat. Kita harus jaga organisasi ini. Jangan sampai setelah agenda ini malah jadi kotak-kotak, justru ini harus lebih menguatkan lagi,” tegas Triyono.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga organisasi merupakan tanggung jawab seluruh anggota, baik dalam kegiatan internal maupun agenda sosial di eksternal.

“Di internal kita sebagai Garda Metal harus menjaga organisasi, karena kalau bukan kita siapa lagi. Di eksternal banyak kegiatan sosial di luar yang kita support. Kita harus tetap satu komando, semangat untuk bergerak bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Burhanudin menyampaikan harapan agar pimpinan yang terpilih mampu merangkul seluruh anggota, termasuk mereka yang berada di tingkat bawah.

“Untuk yang sudah terpilih, bisa merangkul teman-teman di bawah dan membangkitkan kembali giroh serta semangat juangnya,” kata Burhanudin.

Setelah kembali dipercaya sebagai Komandan Garda Metal FIM, Agung Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap berbagai agenda Garda Metal.

“Terima kasih saya sampaikan untuk semua anggota yang selalu support semua agenda Garda Metal,” ujar Agung.

Agung menegaskan bahwa tanggung jawab anggota Garda Metal tidak hanya berada dalam lingkup internal FIM. Menurutnya, Garda Metal juga memiliki tanggung jawab dalam berbagai agenda organisasi di eksternal.

“Teman-teman harus punya tanggung jawab, bukan hanya di internal FIM, tapi juga agenda di eksternal,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa semangat perjuangan harus lahir dari hati dan diwujudkan melalui tindakan ketika organisasi memberikan instruksi.

“Semangat juang itu dari hati, bukan dari pikiran. Ketika ada instruksi organisasi, saya minta jalankan,” kata Agung.

Menurut Agung, proses pemilihan yang telah dilaksanakan merupakan bukti bahwa Garda Metal FIM terus menjalankan prinsip demokrasi dalam organisasi. Karena itu, seluruh anggota diharapkan kembali bersatu setelah proses pemilihan berakhir.

“Inilah bentuk demokrasi kita di Garda Metal,” ujarnya.

Agung juga mengingatkan bahwa sejumlah agenda penting telah menanti hingga akhir tahun. Agenda tersebut berkaitan dengan berbagai kepentingan dan kesejahteraan bersama sehingga membutuhkan kekompakan seluruh anggota.

“Untuk agenda di akhir tahun ini kita sangat banyak, di mana itu akan bersinggungan dengan kesejahteraan bersama. Kita harus tetap kompak dan satu komando,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Agung mengajak seluruh anggota Garda Metal FIM untuk tetap menjaga semangat dan tidak berhenti bergerak.

“Untuk teman-teman, tetap semangat, karena perjuangan masih panjang,” pungkas Agung.

Kembali terpilihnya Agung Prasetyo menjadi Komandan Garda Metal FIM diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal, merangkul seluruh anggota, serta memastikan Garda Metal tetap solid dalam menjalankan setiap agenda organisasi.

Dengan semangat satu komando, Garda Metal FIM memasuki periode berikutnya dengan tuntutan untuk tidak hanya menjaga soliditas di internal, tetapi juga siap bergerak dalam berbagai agenda organisasi dan sosial di eksternal.