Pangkorda Garda Metal FSPMI Purwakarta, Erik Santoso Ingatkan Soliditas dan Larangan Sombong

Pangkorda Garda Metal FSPMI Purwakarta, Erik Santoso Ingatkan Soliditas dan Larangan Sombong
Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal FSPMI Purwakarta, Erik Santoso di Musnik V PUK SPAI FSPMI PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk

Purwakarta, KPonline-Momen Musyawarah Unit Kerja (Musnik) V Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk yang diselenggarakan di Kantor Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta pada Minggu (24/5/2026) menjadi ajang penting dalam meneguhkan arah perjuangan organisasi.

Dalam sambutannya, Erik Santoso menekankan bahwa regenerasi kepemimpinan bukan sekadar pergantian struktur, melainkan tonggak memperkuat solidaritas dan kesejahteraan anggota.

Erik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari jajaran pengurus konsulat cabang, pimpinan cabang, hingga para pengurus dan anggota SPAI FSPMI Purwakarta yang memenuhi agenda Musnik tersebut.

“Alhamdulillah, kita semua masih diberikan kesehatan sehingga bisa berkumpul dalam agenda penting hari ini,” ujar Erik Santoso.

Mengacu pada tema kegiatan, “Regenerasi untuk Kebersamaan yang Solid, Kompak, dan Masa Depan Sejahtera” Erik menegaskan bahwa regenerasi adalah keniscayaan dalam organisasi. Ia melihat pergantian kepengurusan sebagai peluang untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi PUK Indopoly.

“Kalau berbicara regenerasi, pasti ada perubahan. Perubahan struktural dalam kepengurusan. Siapapun yang terpilih nanti, mudah-mudahan mampu membawa organisasi ini semakin solid dan semakin sejahtera,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kesejahteraan anggota tidak bisa hanya dibebankan kepada pengurus terpilih. Perjuangan, menurutnya, harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota.

“Tidak serta-merta hanya pengurus yang membawa kesejahteraan. Tanpa kebersamaan anggota, perjuangan tidak akan berhasil. Kita tidak bisa mengandalkan satu atau dua orang saja,” tegasnya.

Kemudian, masih dalam sambutannya, Erik berulang kali menekankan satu pesan penting yang ia kutip dari pimpinan organisasi di tingkat nasional, yakni larangan untuk bersikap sombong.

“Jangan pernah sombong. Ini bukan hanya untuk ketua terpilih nanti, tapi untuk kita semua,” katanya.

Pesan tersebut, menurutnya, menjadi fondasi moral dalam menjalankan roda organisasi. Sikap rendah hati akan menjaga kekompakan dan menghindarkan organisasi dari konflik internal yang merusak.

Erik juga membuka ruang bagi anggota untuk aktif memberikan kritik terhadap kepengurusan. Namun ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan harus bersifat membangun, bukan menjatuhkan.

“Kalau ada yang salah, silakan dikritik. Tapi kritik yang membangun, bukan kritik yang menjatuhkan,” ujarnya.

Ia bahkan secara terbuka meminta agar dirinya maupun jajaran pengurus, termasuk Garda Metal, tidak segan untuk ditegur jika melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas organisasi.

Dalam bagian lain sambutannya, Erik mengingatkan pentingnya loyalitas terhadap garis organisasi, khususnya kepada DPP dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Ia mengingatkan agar seluruh anggota tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang berpotensi merusak organisasi.

“Kita harus tegak lurus kepada DPP dan FSPMI. Jangan pernah bermain-main, apalagi dengan pihak yang ingin merusak organisasi,” tegasnya.

Peringatan ini disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi perpecahan yang bisa melemahkan kekuatan serikat pekerja.

Erik juga menyinggung kondisi organisasi yang menghadapi tantangan penurunan jumlah anggota, baik akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun penutupan pabrik.

Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa kualitas solidaritas lebih penting daripada kuantitas anggota.

“Tidak apa-apa sedikit, tapi solid. Tidak mudah tergoda, tidak mudah goyah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan serikat pekerja tidak memiliki garis akhir. Selama masih menjadi bagian dari organisasi, maka perjuangan harus terus dilakukan.

“Perjuangan tidak ada awal dan akhir. Sampai kita pensiun secara organisasi. Bahkan dalam kehidupan, kita berjuang sampai akhir hayat untuk keluarga kita,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Erik kembali menegaskan bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam setiap perjuangan serikat pekerja. Tanpa kebersamaan, mustahil cita-cita kesejahteraan anggota dapat terwujud.

Musnik V ini pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu menjaga soliditas, memperkuat perjuangan, dan membawa PUK SPAI FSPMI PT Indopoly Swakarsa Industry menuju masa depan yang lebih baik.

“Dengan kebersamaan, kita kuat. Dengan kebersamaan, kita bisa sejahtera,” pungkasnya.