Mediasi Belum Membuahkan Kepastian, FSPMI Beri Ultimatum hingga Pukul 17.00 WIB

Mediasi Belum Membuahkan Kepastian, FSPMI Beri Ultimatum hingga Pukul 17.00 WIB

Tuban, KPonline – Mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara manajemen PT Solusi Bangun Indonesia, PT Pincuran Sinanjung Mas, dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Rabu (8/7/2026), belum juga menghasilkan kepastian terkait tuntutan kenaikan upah pekerja.

Berlarut-larutnya proses penyelesaian membuat FSPMI mengambil sikap tegas dengan memberikan ultimatum kepada pihak vendor untuk menyampaikan keputusan final paling lambat pukul 17.00 WIB.

Dalam mediasi, PT Pincuran Sinanjung Mas sempat mengusulkan agar pembahasan dilanjutkan pada Kamis. Namun usulan tersebut langsung ditolak oleh FSPMI. Persoalan yang telah berlangsung cukup lama tidak bisa lagi dijawab dengan penundaan. Yang dibutuhkan pekerja adalah kepastian, bukan janji.

Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tuban, Duraji, menegaskan bahwa apabila persoalan tidak diselesaikan pada hari ini, maka kami akan segera menaikkan eskalasi aksi yang lebih besar. Ketika ruang dialog tidak lagi menghasilkan kepastian, maka perjuangan yang lebih besar menjadi konsekuensi yang tidak dapat dihindari.

“Jika hari ini tidak ada penyelesaian, kami akan mengirimkan surat pemberitahuan aksi untuk esok hari. Hari ini juga kami memastikan akan mendirikan tenda perjuangan di jalur Pantura sebagai bentuk keseriusan kami mengawal hak-hak pekerja,” tegas Duraji.

FSPMI memberikan batas waktu hingga pukul 17.00 WIB kepada PT Pincuran Sinanjung Mas untuk menyampaikan kepastian mengenai besaran kenaikan upah yang menjadi tuntutan para pekerja. Menurut FSPMI, yang dibutuhkan saat ini bukan lagi janji ataupun penundaan, melainkan keputusan yang memberikan kepastian hukum dan kepastian kesejahteraan bagi para pekerja.

Dalam pertemuan tersebut, pihak manajemen PT Solusi Bangun Indonesia, Rizal Yunani, selaku Manager Community Relations,menyampaikan komitmennya untuk mendukung penyelesaian persoalan yang sedang berlangsung. SBI juga menyatakan akan mengawal penyelesaian hubungan industrial serta mengonfirmasi telah memberikan teguran kepada pihak vendor agar segera menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Sementara itu, Direktur PT Pincuran Sinanjung Mas, Mulyanto samadi, menyatakan kehadiran mereka merupakan bentuk tanggung jawab atas sengketa yang terjadi. Setelah mendengar sikap tegas FSPMI yang menghendaki keputusan harus diberikan pada hari ini, pihak perusahaan menyampaikan akan segera merespon.

“Kami hadir hari ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kewajiban kami terhadap persoalan ini. Setelah mendengar sikap FSPMI, sebelum pukul 17.00 WIB, atau paling lambat sekitar pukul 16.00 WIB, kami akan memberikan respon dan menyampaikan jawaban kepada FSPMI,” ujarnya

Kini bola berada di tangan PT Pincuran Sinanjung Mas. Apabila hingga batas waktu yang telah ditetapkan tidak ada keputusan mengenai kenaikan upah pekerja, FSPMI memastikan akan menaikkan eskalasi perjuangan.

Surat pemberitahuan aksi akan segera dilayangkan kepada kepolisian, sementara tenda perjuangan akan didirikan di jalur Pantura sebagai pusat konsolidasi dan simbol bahwa buruh tidak akan mundur sebelum hak-haknya dipenuhi.