Normalisasi SS Kedung Gede Dikebut, Plt Bupati Bekasi Targetkan Selesai Sebulan

Normalisasi SS Kedung Gede Dikebut, Plt Bupati Bekasi Targetkan Selesai Sebulan

Bekasi, KPonline – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meninjau langsung progres normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendungan Kedung Gede (BKG), Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (2/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan normalisasi berjalan optimal dan dapat segera mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi di wilayah hilir, terutama pada saluran BKG 34 hingga BKG 38.

Dalam kunjungannya, Asep meninjau tiga titik pekerjaan, yakni BKG 15, BKG 17, dan BKG 20.

Di BKG 15, masih terdapat sisa eceng gondok yang menutupi sebagian saluran sehingga membutuhkan pembersihan lanjutan. Sementara di BKG 17, kondisi saluran menunjukkan perkembangan signifikan setelah eceng gondok yang sebelumnya memenuhi permukaan saluran berhasil dibersihkan.

Adapun di BKG 20, alat berat masih melakukan pekerjaan berupa pembuatan tanggul sekaligus pendalaman saluran.

Asep mengatakan, dibandingkan peninjauan sebelumnya sekitar dua pekan lalu, progres normalisasi saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

“Progresnya selama dua minggu semenjak saya sebelumnya datang ke sini melihat sekarang sudah ada perkembangan yang signifikan,” kata Asep.

Menurutnya, pendalaman saluran di BKG 20 menjadi salah satu bagian penting karena akan meningkatkan kapasitas saluran dalam menampung dan mengalirkan air ke wilayah hilir.

“Ke depan bisa menampung banyak debit air. Tujuannya agar air itu bisa mengalir ke BKG 34, 35, 36, 37, 38 yang mana lokasi itu minim air,” jelasnya.

Asep menargetkan pekerjaan normalisasi di kawasan Rancasuar, SS Kedung Gede, dapat dituntaskan dalam waktu sekitar satu bulan ke depan.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan clear di daerah Rancasuar di SS Kedung Gede,” ujarnya.

Ia menegaskan, normalisasi saluran irigasi bukan hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi saat ini. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadapi dampak perubahan iklim yang dapat memicu kekeringan saat kemarau maupun banjir ketika musim penghujan.

“Agar ke depan kita memastikan jikalau ketika musim kemarau kita tidak dilanda kekeringan dan ketika di musim penghujan kita tidak dilanda kebanjiran,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Asep didampingi jajaran Perum Jasa Tirta II serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Di lokasi yang sama, Camat Pebayuran Hasyim Adnan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi atas langkah percepatan normalisasi saluran irigasi.

“Kami mewakili masyarakat Pebayuran mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, oleh Pak Pelaksana Tugas Bupati Bekasi,” kata Hasyim.

Menurutnya, percepatan normalisasi sangat dinantikan masyarakat, terutama para petani yang terdampak kekeringan di wilayah hilir.

“Sebab kondisi pada saat ini kekeringan sedang melanda Desa Karangharja khususnya di BKG 38 yang pada hari ini kekeringan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa terpenuhi airnya,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan (3/9/26), SS BKG 15–16 berada di wilayah Desa Bantarjaya. Sementara saluran BKG 17–25 melintasi kawasan persawahan menuju Desa Karangharja dan Desa Karangsegar.

Adapun BKG 38 berada di Kampung Teluk Bango, Desa Karangharja, yang menjadi ujung saluran irigasi di wilayah utara Kecamatan Pebayuran.

Normalisasi diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kekurangan pasokan air saat ini, tetapi juga memperkuat sistem irigasi agar kebutuhan air pertanian masyarakat di wilayah hilir dapat lebih terjamin. (Yanto)