Nekad , PPBS Geruduk Agenda Disnakerprov Jatim Di Malang

Malang, KPonline – Menjelang bulan penetapan UMK 2020 dimana sesuai aturan adalah pada bulan November mendatang, Perwakilan Aliansi Persatuan Pekerja Buruh Sidoarjo (PPBS) mendatangi sebuah acara di sebuah BLK Singosari Malang yang diadakan oleh Disnakerprov Jawa Timur pada hari ini Rabu (9/10/2019)

Seperti yang tercantum di dalam surat undangan, agenda ini merupakan Pembinaan LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota, diikuti oleh 48 orang dari 16 kab/kota di Jawa Timur yang masing masing kota terdiri dari 3 unsur .

Para perwakilan PPBS tersebut adalah para Garda Buruh di antaranya Serdadu SBI, Satgassus RTMM, Brigade SPSI, Laskar SPN dan Garda Metal FSPMI yang datang dengan menggunakan 10 kendaraan.

Menyampaikan aspirasi tentang Perjuangan UMK/UMSK 2020 di Kantor Disnaker Sidoarjo.

Mereka tiba di BLK Singosari pukul 11.00 Wib dan langsung menggelar spanduk yang salah satunya bertuliskan ” Tetapkan UMK/UMSK sesuai dengan SE Gubernur”.

Yang menjadi alasan kenapa mereka melakukan penggerudukan adalah untuk menunjukkan keseriusan PPBS di dalam perjuangan UMK/UMSK 2020, koordinator aksi Erno Hadi menyampaikan bahwa Buruh Sidoarjo ingin seperti tahun-tahun sebelumnya yakni UMK/UMSK harus di usulkan secara bersamaan dan menolak adanya intervensi Pemerintah Pusat di dalam penetapannya.

Aksi ini sempat di temui oleh Kabid HI Disnaker Puspita yang kemudian menyatakan bahwa pertemuan ini hanyalah sebatas penjelasan dan pengarahan kepada Dewan Pengupahan Kabupaten agar dapat berperan aktif dan dinamis, dirinya juga mempersilahkan 10 perwakilan untuk ikut masuk kedalam ruangan pertemuan.

Namun ketika baru sekitar 10 menit ,pertemuan yang terkesan terburu-buru tersebut langsung di akhiri maka seluruh Garda terdepan PPBS tersebut langsung kembali menuju ke Kantor Disnaker Sidoarjo.

Sesampainya di Kantor Disnaker bersama Presidium, kepada Kadisnaker Sidoarjo PPBS menyampaikan hal yang sama seperti yang disuarakan yakni agar UMK/UMSK Sidoarjo Tahun 2020 harus diusulkan secara bersamaan.

Dengan aksi ini menandai bahwa perjuangan Upah Sidoarjo tahun 2020 telah di mulai.

 

(Khoirul Anam)