Nasib Tragis Buruh PT Cladtek Batam

  • Whatsapp

Batam, KPonline – Batam adalah salah satu pulau industri di Indonesia, banyak perusahaan yang didirikan di Pulau Batam, perusahaan tergolong perusahaan besar ataupun perusahaan yang bonafid.

PT Cladtek adalah salah satu perusahaan yang ada di Batam, berada di kawasan industri Batu Ampar, PUK Cladtek yang tergabung dalam SPL FSPMI saat ini sedang ada permasalahan yang lumayan besar. Beberapa karyawan mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya dari pihak perusahaan.

Perusahaan memberlakukan kebijakan sepihak dengan memaksa karyawan untuk menjalankan 2 mesin satu orang, bagi yang tidak mau menjalankan tidak boleh masuk kerja, dan jika yang bersedia menandatangani persetujuan tersebut diperbolehkan untuk masuk kerja.

Maka terjadilah mogok kerja dalam beberapa hari ini, dan perusahaan tidak mau membayar gaji karyawan selama 2 hari mogok kerja. Padahal dalam kesepakatan yang disepakati dalam RDP perusahaan akan membayarkan gaji karyawan tersebut, dalam kenyataannya perusahaan telah ingkar janji.

Pada saat yang bersamaan perusahaan telah mengeluarkan kebijakan dengan melakukan PHK 12 karyawan yang dianggap telah melanggar peraturan perusahaan, padahal peraturan tersebut belum ada dalam PP (peraturan perusahaan).

Perusahaan juga memberikan surat peringatan yang tidak sesuai, yaitu dengan memberikan surat peringatan sampai SP 3 sekaligus dan juga PHK melalui Pos.

Dikarenakan sikap pihak perusahaan tersebut, maka karyawan mengambil keputusan untuk melakukan aksi spontanitas.

Mengetahui hal tersebut, kemarin pihak perusahaan mengajak perwakilan pekerja untuk berunding, dari hasil pertemuan tersebut pihak perusahaan memberikan penawaran kepada pihak karyawan yang di PHK dengan perhitungan 1N + 20%.

Pekerja menolak penawaran tersebut karena tidak sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan, walaupun demikian perusahaan tetap pada pendiriannya.

Rabu (9/5/2018) karyawan PT Cladtek melakukan mogok kerja total, dan sempat terjadi keributan antara pihak karyawan dengan pengacara perusahaan.

Belum ada titik temu hingga sore ini. Ketua PC SPL FSPMI Batam, Masjalie, masih terus berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk anggota PUK Cladtek. (Sari)