Jakarta, KPonline-Sidang kedelapan perkara gugatan perdata yang melibatkan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Selasa (19/5/2026). Hingga saat ini, proses persidangan dikabarkan masih tertahan dalam tahap mediasi antara kedua belah pihak yang bersengketa.
Pantauan di lapangan menunjukkan ratusan anggota FSPMI tetap setia mengawal jalannya persidangan. Kehadiran massa buruh ini memadati area sekitar pengadilan guna memberikan dukungan moral kepada jajaran pengurus organisasi.
Dari atas mobil komando yang terparkir di depan gedung pengadilan, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Elektronik Elektrik (SPEE) FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Teguh, memberikan orasi terkait jalannya persidangan kepada massa aksi.
Dalam orasinya, Teguh menyoroti keabsahan hukum dari pihak penggugat yang dinilai tidak kuat. Ia juga menyayangkan langkah hukum ini, mengingat konflik internal seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan di dalam wadah organisasi.
“Dari pertama, kita sepakat ketika ada konflik internal organisasi itu sudah hal yang wajar, jadi selesaikan itu secara organisasi. Namun, ketika diminta untuk keluar dari organisasi, itu yang kita ambil sikap, kita tidak mau,” tegas Teguh dari atas mobil komando.
Lebih lanjut, Teguh menyindir konsistensi pihak penggugat. Menurutnya, pihak lawan yang selalu menggaungkan retorika menjaga marwah dan prinsip organisasi justru menunjukkan sikap yang sebaliknya di realitas lapangan.
“Dari awal mereka menyatakan konsisten dengan organisasi, tapi nyatanya mereka sudah keluar dari organisasi sendiri. Mereka yang menyatakan menjaga marwah dan prinsip organisasi, tapi nyatanya mereka sendiri yang mengkhianati terkait komitmennya di organisasi,” lanjutnya.
Di akhir orasinya, Teguh mengapresiasi loyalitas para anggota FSPMI yang terus meluangkan waktu untuk mengawal kasus ini sejak sidang pertama bergulir. Ia pun membakar semangat massa untuk terus merapatkan barisan pada agenda-agenda persidangan berikutnya.
“Tetap kita akan mengawal terkait dengan agenda-agenda sidang yang selama ini bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Siap untuk mengawal sidang-sidang selanjutnya?” seru Teguh yang langsung dijawab dengan teriakan “Siap!” secara serentak oleh massa aksi.