Mochamat Mustofa : Buruh Harus Solid Jika Ingin Wakilnya Menang Pemilu 2019

  • Whatsapp

Batam, KPonline — Mochamat Mustofa, calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam untuk daerah pemilihan 3 yaitu Sei Beduk, Nongsa, Bulang, dan Galang yang direkomendasikan FSPMI kembali menegaskan kesiapannya untuk berkompetisi dalam pemilu 2019.

Hal ini disampikan dihadapan anggota PUK Sanwa dan PUK Djitoe dalam acara silaturahmi dan sosialisasi di Posko Pemenangan Sahabat Mustofa, pada minggu (24/2/2019). Caleg DPRD Kota Batam nomor urut 1 dari partai PKS ini mengatakan tidak akan sulit bagi buruh jika ingin mendudukkan wakilnya di Parlemen, dengan catatan buruh harus bersatu dan selaras satu pandangan.

Bacaan Lainnya

“Ketika saya menyatakan siap untuk berkompetisi di pemilu 2019, tentunya ini harus didukung anggota. Jika dilihat dari jumlah anggota yang berada di sektor Elektronik Elektrik yaitu sekitar 16 ribu anggota, dan jika ini kita belah yang berada di dapil kita sekitar 9 ribu anggota, bukan tidak mungkin bila anggota solid dan selaras satu pandangan buruh tidak akan sulit untuk mendudukkan wakilnya yang ikut berkompetisi di pemilu 2019”, kata Mustofa

Mustofa menerangkan bahwa tidak dipungkiri politik pragmatis saat ini masih ada, menurutnya politik pragmatis ini cukup berbahaya bagi anggota yang selama ini masih dihadapkan politik pragmatis bahkan anggota cenderung mengikutinya.

“Hal inilah mengapa saya ingin bertemu anggota, salah satunya kita ingin menghapus politik pragmatis dikalangan anggota kita. Hal yang pragmatis harus kita tinggal, kita akan terbebani apabila kita mengikuti itu. Kita berada dipergerakan yang sepaham, satu idealis, satu ikatan batin dimana gerakan inilah yang tuntutannya hanya satu yaitu kesejahteraan bagi anggota kita, keluarga, dan masyarakat pada umumnya. Hal inilah yang ingin saya bangun dalam anggota kita”, terangnya

Selain itu, Mustofa menjelaskan bahwa sistem di legislatif merupakan hal yang sangat penting yang perlu buruh raih untuk dijadikan alat, sebab menurutnya saat ini buruh masih sulit menembus birokrasi dan masih sulitnya menembus hanya untuk berkomunikasi.

“Disaat konsep, lobi, dan aksi sudah tidak mempan lagi maka kita perlu masuk ke ranah politik. Kita bisa manfaatkan itu, tentunya untuk kepentingan buruh dan masyarakat”, jelas Mustofa

Kemudian, Mustofa kembali menegaskan untuk mendapatkan kursi di legislatif perlu adanya dukungan penuh dari anggota, karena menurutnya tanpa dukungan dari anggota mustahil wakil buruh mampu bersaing di pemilu 2019.

“Percayakan kepada wakil buruh yang berkompetisi di pemilu 2019, titipkan suara kepada kita dan kita akan pertanggung jawabkan dunia akhirat”, tegasnya (Minto)

Pos terkait