Bogor, KPonline-Kegiatan pendidikan Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Hotel Salak The Heritage terus berlanjut dengan penuh antusiasme peserta. Memasuki sesi kedua, pelatihan semakin mendalam dengan fokus pada peningkatan kapasitas individu sebagai seorang trainer.
Setelah sesi awal yang dipandu oleh Marupi, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari Rita yang membahas tentang bagaimana menjadi trainer yang handal dan efektif.
Dalam pemaparannya, Rita menekankan bahwa seorang trainer tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu menyampaikan dengan metode yang mudah dipahami oleh peserta. Ia juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi dua arah, memahami karakter audiens, serta menciptakan suasana pelatihan yang interaktif dan partisipatif.
“Seorang trainer harus mampu menjadi fasilitator, bukan hanya pemberi materi. Kunci utamanya adalah bagaimana peserta bisa memahami dan mengaplikasikan apa yang disampaikan,” jelas Rita di hadapan peserta.
Selain itu, peserta juga diberikan teknik dasar dalam menyusun materi pelatihan, mengelola waktu, serta cara menghadapi berbagai dinamika dalam kelas.
Sesi ini berlangsung aktif dengan berbagai simulasi dan diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta.
Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik menjadi trainer, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan materi di depan publik.