Meskipun Sedang Hamil, Buruh-buruh Perempuan Tetap Ikut Aksi Mogok Kerja

  • Whatsapp

Subang, KPonline – “Saya terharu aja, pas suami-suami mereka mengantarkan pakaian untuk ganti. Karena gerbang pabrik digembok sama pihak satuan pengamanan perusahaan. Mereka dapat perintah dari pimpinan perusahaan,” ungkap Indra kepada Media Perdjoeangan.

Pasca sholat Jumat di luar lingkungan pabrik, buruh-buruh yang baru saja melaksanakan sholat Jumat, dilarang untuk memasuki kembali area pabrik oleh pihak satuan pengamanan perusahaan. Hingga kini, hal tersebut masih ditelusuri oleh kontributor Media Perdjoeangan.

Bacaan Lainnya

Selain insiden pasca sholat Jumat tersebut, ada hal lain yang membuat bangga perjuangan kaum buruh, khususnya di Subang. Sebut saja Nurhasanah, Yuyun Yunengsih, Meli selawati, Tati Suryati, Anita Haryanti dan Titin Susilawati.

Kelimanya merupakan 5 orang buruh perempuan dari PT. Budi Makmur Perkasa yang sedang hamil, dan tetap mengikuti aksi mogok kerja secara sah. Apa yang mereka lakukan pada aksi mogok kerja secara sah, dan telah memasuki hari ketiga, adalah sesuatu hal yang cukup luar biasa.

“Meskipun sedang hamil, kami tetap ingin berjuang. Memperjuangkan hak-hak kami dan juga dugaan pemberangusan serikat pekerja,” ujar salah seorang dari mereka. Menjelang malam, kelimanya telah meninggalkan area pabrik dan pulang kerumah masing-masing. Hal ini dapat dimaklumi, karena kondisi mereka yang sedang hamil.

“Yang masih kami pikirkan adalah besok pagi. Kawan-kawan buruh yang keluar dari area pabrik, tidak diperbolehkan untuk memasuki pabrik lagi,” ucap salah seorang buruh PT. Budi Makmur Perkasa kepada Media Perdjoeangan.

Pos terkait