Purwakarta, KPonline-Gerakan serikat pekerja memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan hak-hak kaum buruh. Jauh sebelum berbagai regulasi ketenagakerjaan modern lahir, para pekerja telah membentuk organisasi untuk memperjuangkan upah yang layak, jam kerja yang manusiawi, hingga keselamatan kerja.
Berdasarkan berbagai catatan sejarah perburuhan, salah satu serikat pekerja tertua di dunia yang hingga kini masih aktif adalah Communication Workers Union (CWU) di Inggris. Organisasi ini memiliki akar sejarah dari Postal Telegraph Clerks’ Association yang didirikan pada tahun 1872, mewakili para pegawai pos dan telegraf di Britania Raya.
Seiring perjalanan waktu, organisasi tersebut mengalami berbagai penggabungan hingga akhirnya menjadi CWU pada tahun 1995, namun tetap mempertahankan kesinambungan sejarah organisasinya. CWU saat ini mewakili ratusan ribu pekerja di sektor pos, telekomunikasi, dan teknologi komunikasi di Inggris. Sejarah resmi organisasi tersebut menelusuri asal-usulnya hingga tahun 1872.
Selain CWU, Inggris juga memiliki sejumlah serikat pekerja besar dengan sejarah panjang sejak abad ke-19. Di antaranya adalah GMB, yang memiliki akar organisasi sejak tahun 1889, serta UNISON, yang terbentuk pada 1993 melalui penggabungan beberapa serikat pekerja sektor publik yang telah berdiri sejak akhir abad ke-19. Kedua organisasi tersebut hingga kini menjadi kekuatan penting dalam gerakan buruh di Inggris.
Di Amerika Serikat, salah satu serikat pekerja tertua adalah International Typographical Union (ITU) yang didirikan pada tahun 1852. ITU merupakan organisasi yang mewakili pekerja percetakan dan dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan buruh modern di Amerika. Setelah lebih dari satu abad beroperasi secara mandiri, ITU kemudian bergabung dengan Communications Workers of America (CWA) pada tahun 1987.
Sementara itu, ditingkat internasional, salah satu federasi serikat pekerja global tertua yang masih aktif hingga sekarang adalah World Federation of Trade Unions (WFTU) yang berdiri pada tahun 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia II. WFTU menjadi wadah bagi berbagai organisasi buruh dari banyak negara dan hingga kini tetap aktif dalam berbagai isu ketenagakerjaan internasional.
Di Indonesia, sejarah organisasi pekerja juga telah dimulai sejak masa kolonial Belanda. Menurut berbagai kajian sejarah, embrio gerakan serikat pekerja lahir melalui organisasi profesi guru pada tahun 1879.
Selanjutnya, perkembangan gerakan buruh semakin nyata dengan berdirinya Staatsspoor en Tram Bond (SS Bond) pada tahun 1905, yaitu organisasi pekerja yang menghimpun pegawai kereta api dan trem.
Organisasi-organisasi tersebut menjadi tonggak awal lahirnya gerakan buruh di Hindia Belanda yang kemudian berkembang pesat pada awal abad ke-20. Selain memperjuangkan kesejahteraan pekerja, serikat-serikat tersebut juga berperan dalam membangun kesadaran sosial dan semangat kebangsaan yang kemudian ikut mewarnai perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.
Lebih dari satu abad berlalu, keberadaan serikat pekerja tetap relevan di berbagai negara. Organisasi buruh berperan sebagai mitra dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
Selain memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, serikat pekerja juga aktif dalam mendorong perlindungan keselamatan kerja, jaminan sosial, pelatihan keterampilan, hingga menghadapi tantangan baru seperti digitalisasi, otomatisasi, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja.
Sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa serikat pekerja bukan sekadar organisasi perjuangan ekonomi, melainkan bagian penting dari perkembangan demokrasi, perlindungan hak asasi manusia di tempat kerja, dan pembangunan hubungan industrial yang berkeadilan.
*Sumber: Sejarah resmi Communication Workers Union (Inggris), Communications Workers of America (Amerika Serikat), World Federation of Trade Unions (WFTU), serta berbagai kajian sejarah gerakan buruh Indonesia.



