Memperingati Mayday Hari Buruh Internasional, FSPMI Cirebon Raya Banjir Dukungan

Cirebon, KPonline – Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang sering kita sebut Mayday, adalah bentuk penghargaan pada perjuangan kaum buruh tahun 1884. Sejarah May Day tidak terlepas dari perjuangan klas buruh dalam menuntut 8 jam kerja. Abad ke-19 adalah periode di mana klas buruh diperhadapkan pada kenyataan bahwa dari 24 jam sehari mereka rata-rata bekerja 18 sampai 20 jam. Tak pelak lagi bahwa tuntutan yang diajukan adalah memperpendek jam kerja. Perjuangan menuntut 8 jam kerja ini diawali oleh kaum buruh di Amerika Serikat pada tahun 1884, yang berbuntut pada penyerangan yang dilakukan oleh negara dan alat kekerasannya. Yang berbuntut terbunuhnya ribuan kaum buruh yang memperjuangkan 8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam rekreasi.

Hari Selasa 1 Mei 2018, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya bersama kurang lebih 3.000 massa aksi anggotanya memperingati mayday dengan menggelar aksi damai di depan kantor UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah III Cirebon, kantor Walikota Cirebon dan kantor Bupati Cirebon. Dengan mengusung issue Nasional dan issue Daerah.

Bacaan Lainnya

“Melalui aksi mayday tahun ini, kami menyuarakan Tiga tuntutan rakyat atau Tritura Plus. Yaitu pertama, turunkan harga beras, listrik dan BBM. Kedua, tolak upah murah dan cabut PP78/2015. Ketiga, tolak TKA unskilled worker. Plus, hapus outsourching dan 2019 pilih presiden yang pro buruh. Itu issue nasional. Lalu kami juga membawa tiga tuntutan issue daerah. Yaitu berlakukan Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten (UMSK) Cirebon. Tindak tegas perusahaan yang tidak menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Terakhir, pilih pemimpin daerah/bupati yang pro buruh dan rakyat”, Ungkap Sekjen Konsulat Cabang FSPMI Cirebon Raya, Moh.Mahbub saat diwawancarai seusai orasi di depan kantor Walikota Cirebon.

Aksi Mayday yang digelar FSPMI Cirebon Raya selain mendapat dukungan dari sesama federasi buruh, juga mendapat dukungan dari mahasiswa dan pelajar Cirebon. Salah satunya datang dari ketua komunitas pelajar yang menamakan Forum Diskusi Pelajar Cirebon, Adam Sudewo. Pelajar kelahiran Cirebon 11 April 2001 ini sekolah di SMAN 5 Cirebon, kelas X Mipa 1.

Dirinya dan kawan-kawannya merasa terpanggil untuk ikut serta memperingati mayday. Ketika ditanya tujuan merayakan mayday, dirinya menjelaskan ingin berkontribusi menyampaikan bahwa buruh berhak sejahtera, baik secara finansial maupun kualitas waktu untuk berkumpul dengan keluarga yang dicintainya. Harapan kami sebagai pelajar untuk masa depan buruh indonesia, “Semoga kaum buruh dan proletariat bisa bersatu mewujudkan kesejahteraan serta masih teguh dalam melawan kapitalisme yang makin hari makin gila. Ibarat kata Karl Marx, Sejarah dunia adalah sejarah pertentangan masyarakat. Buruh harus bisa mengambil alat produksi untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur tanpa penghisapan. Yang terpenting, buruh harus di-manusia-kan”, tegasnya.

Terimakasi pelajar, teruslah berkarya, jadilah generasi bangsa yang peduli kesejahteraan rakyat Indonesia.
Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso,
Tut wuri handayani. Selamat Hari Pendidikan.

(Ukie Saluki)

Pos terkait