Membaca Berita Makan Siang Presiden Jokowi dan Pimpinan Serikat Buruh

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Pada awalnya adalah undangan untuk hadir dalam acara groundbreaking proyek pembangunan rusunami khusus untuk buruh di area Urban Town Loftvillass, Serpong, Tangerang. Tentu saja, bukan undangan untuk makan siang.

Tentang acara groundbreaking, kita bisa baca di paragraph awal dari berita yang masif tersebar. Bahwa makan siang terjadi di sela-sela acara itu.

Saya percaya, tidak semua pimpinan buruh tahu akan ada agenda makan siang dengan presiden Jokowi, yang kemudian pemberitaannya digoreng sedemikian rupa. Seolah-olah itu undangan khusus: sekedar makan siang.

Seperti kita tahu, perumahan menjadi salah satu isu yang diperjuangkan kaum buruh. Dalam posisi ini, wajar pimpinan buruh hadir. Bukan untuk makan siang. Tetapi semacam apresiasi atas program yang dicanangkan.

Meskipun demikian, sesaat setelah acara itu dilakukan, KSPI mengkritik, harga rumah yang ditawarkan kemahalan. Pemerintah harus memberikan subsidi, agar cicilannya terjangkau bagi buruh. Lebih dari sekedar kritik, ini juga menjadi tuntutan.

Jika tidak? Menurut KSPI. Lagi-lagi kalangan menengah atas yang diuntungkan.

ASPEK Indonesia, sejak lama tegas mengatakan menolak otomatisasi jalan tol, karena itu akan berakibat PHK besar-besaran di sektor ini. Tidak seperti yang tergambar dalam berita tersebut.

Cermati berita yang agar mudah dicerna, saya copy di bawah ini. Pada akhir paragraph 5 tertulis: …..dalam keterangan pers Kementerian Tenaga Kerja, Jumat (28/4/2017). Jadi ini bukan berita yang ditulis wartawan dalam kioutan langsung. Tapi berdasarkan keterangan yang sudah disesuaikan dengan selera penguasa.

Saya sendiri menduga, acara groundbreaking itu telah dibajak oleh orang-orang bermental penjilat. Ada yang mencoba mengambil keuntungan politik dari sini.

Lain dari itu, saya rasa, Kemenaker memang sedang panik. Selain ajak gowes bersama, bikin kue, mereka juga membuat keterangan pers untuk “menipu” bahwa seolah-olah buruh puas dengan kinerja pemerintah. Mereka menggunakan segala macam cara untujlk menjinakkan buruh.

Sekali-kali tidak. May Day kami akan melawan!

Kawan-kawan, jangan termakan propaganda hitam.

Dalam kesempatan ini saya juga meminta kepada bung Ramidi dan bu Mirah, sebagai pemimpin saya, untuk berada di baris depan. Besok, dalam acara May Day. Memastikan kepada massa buruh bahwa mereka adalah singa yang tetap melawan. Membuktikan bahwa hatinya tak terbeli untuk terus berjuang di pihak buruh.

Dan kita akan menjadi anak-anak panah yang akan meluncur. Tak gentar. Membuktikan janji akan menjadi May Day sebagai memomentum perlawanan.

===========
Ketika Jokowi Makan Siang Bareng Pimpinan Buruh
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Di sela-sela acara groundbreaking proyek pembangunan rusunami khusus untuk buruh di area Urban Town Loftvillass, Serpong, Tangerang, kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri makan siang bareng dan berbincang-bincang dengan pimpinan serikat pekerja/buruh.

Bersama Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyo, ada 30 orang presiden konfederasi, ketua umum dan sekjen federasi buruh hadir.

Mereka di antaranya Andi Gani Nena Wea (KSPSI), Mudhofir (KSBSI), Yorrys Raweyai (KSPSI), Ramidi (KSPI), Ristadi (KSPN), Mirah Sumirat (Aspek Indonesia), Sudarto (RTMM), Bibit Gunawan (FSP-NIBA), Muhamad Kusnadi (SP Jasa Marta), Syafriadi (SP KAI), dan lain-lain.

Dalam suasana santai sambil makan siang, para pemimpin buruh mengapresiasi kebijakan sosial pemerintah yang diperuntukkan bagi pekerja/buruh seperti penyediaan rusunami yang layak dan terjangkau yang baru saja diresmikan Presiden. Mereka juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penguatan dialog sosial pemerintah, pengusaha, dan buruh, masalah holdingisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), otomatisasi jalan tol dan perayaan hari buruh internasional (may day) yang jatuh pada 1 Mei setiap tahun.

“Mohon perhatian Bapak Presiden terkait masalah holdingisasi BUMN. Prinsipnya kami mendukung, tetapi mohon agar ada kepastian status, kepastian karir, jangan sampai turun gaji dan jangan ada PHK. Sosialisasi soal itu mohon juga didorong agar lebih intensif, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran pekerja,” kata Ketua Umum Serikat Pekerja Jasa, Marga Muhamad Kusnadi, dalam keterangan pers Kementerian Tenaga Kerja, Jumat (28/4/2017).

Kusnadi juga menyampaikan kekhawatiran pekerja terkait dengan otomatisasi jalan tol yang nantinya bisa berdampak pada PHK. “Kami juga dukung cashless transaction dan otomatisasi jalan tol pak, tapi jangan sampai ada PHK. Para pekerja perlu diberi peningkatan kompetensi karena tolnya nanti sudah otomatis yang tentunya juga menuntut kompetensi yang lain,” imbuhnya.

Merespons aspirasi buruh, Jokowi menyampaikan, holdingisasi itu untuk memperkuat peran BUMN dalam persaingan global. Prosesnya tentu harus mempertimbangkan banyak hal, termasuk kepentingan pekerja agar tetap bisa bekerja dan punya karir yang baik. “Itu masukan yang baik dan penting diperhatikan oleh BUMN-BUMN kita dalam rangka holdingisasi,” kata Jokowi.

Terkait masalah otomatisasi jalan tol, Jokowi menjelaskan itu sudah menjadi keharusan di era modern yang berteknologi tinggi dan semakin kompetitif. “Di China, misalnya, kartu saja sudah mulai tidak dipakai karena transaksinya pakai handphone. Bayar pakai handphone dan langsung saldo di bank berkurang. Jadi semakin canggih ke depan. Kita tidak boleh ketinggalan dari negara lain,” jelas Jokowi.

“Tapi betul bahwa otomatisasi jalan tol jangan sampai menimbulkan PHK, dan karena itu perlu ada solusi dari perusahaan untuk mengalihkan pekerja yang ada, termasuk membekali dengan kompetensi yang baru,” imbuhnya.

Dalam bincang-bincang itu, sejumlah pemimpin buruh berkomitmen untuk terus memperkuat dialog sosial dengan pemerintah dan dunia usaha untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis. Mereka juga mengapresiasi Menaker Hanif Dhakiri yang sangat terbuka, dan secara intensif rutin menggelar dialog dengan para pemimpin buruh di kediamannya.

Para pemimpin buruh juga mengusulkan agar Jokowi dapat menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan pidato di International Labour Conference (ILC), sebuah forum ketenagakerjaan internasional yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) yang dihadiri oleh para menteri tenaga kerja sedunia dan sejumlah kepala negara/kepala pemerintahan.

“Kalau soal May Day besok kita semua komit berjalan tertib dan aman Pak. Kami sudah saling berkomunikasi dengan sesama pimpinan buruh, kami akan buat beda. Orang kan takut kalau Andi Gani sudah turun ke jalan, aksi May Day, tapi kali ini akan kami buat beda. Kami akan selenggarakan parade kebudayaan. Ada marching band di jalan-jalan, sampai ke Istana. Ada juga pencak silat dan lain-lain,” ujar Andi Gani Nena Wea. (wdl/ang)