Media Perdjoeangan Sebagai Wajah Gerakan Buruh di Era Digital

Media Perdjoeangan Sebagai Wajah Gerakan Buruh di Era Digital
Suasana jalannya rapat rutin perdana Media Perdjoeangan di kepengurusan periode 2026-2031 | Foto by Budi Santoso

Jakarta, KPonline-Rapat perdana Media Perdjoeangan Nasional dalam kepengurusan baru periode 2026-2031 resmi digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Jakarta Timur. Senin (25/5/2026).

Agenda ini menjadi hal penting untuk menyusun arah baru media perdjoeangan sebagai salah satu pilar dan wajah gerakan buruh FSPMI di era digital.

Dalam rapat, berbagai isu perjuangan gerakan buruh FSPMI dibahas secara komprehensif. Kemudian laporan kinerja setiap divisi, pembahasan program kerja ke depan, hingga persoalan keuangan dikupas secara terbuka. Tak hanya itu, capaian Media Perdjoeangan sejak 10 April hingga akhir Mei 2026 turut dipaparkan sebagai bahan evaluasi bersama.

Koordinator Liputan Nasional (Korlipnas), Agung Purwanto, mengungkapkan bahwa rapat ini merupakan kelanjutan dari rapat sebelumnya yang digelar pada 2 April 2026 bersama Presiden dan Sekretaris Jenderal FSPMI, yakni Suparno dan Sabilar Rosyad.

“Dalam rapat koordinasi itu, Presiden FSPMI menginginkan adanya penyegaran dalam struktur kepengurusan Media Perdjoeangan Nasional,” ujar Agung.

Agung Purwanto, Koordinator Liputan Nasional Media Perdjoeangan periode 2026-2031 | Foto by Budi Santoso

Menurutnya, perubahan struktur merupakan hal wajar dalam organisasi. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, dan dinamika tersebut justru menjadi energi baru bagi penguatan media sebagai alat perjuangan.

Agung juga menegaskan bahwa Media Perdjoeangan yang ada saat ini bukanlah entitas baru yang dibangun dari nol. Ia memiliki akar panjang sejak era Koran Perdjoeangan, yang kini bertransformasi menjadi platform media digital yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita ini sudah menjalankan kerja-kerja media bukan satu atau dua tahun, tapi lebih dari sepuluh tahun. Ini perjalanan panjang yang tidak boleh kita sia-siakan,” tegasnya.

Dalam Transformasi kepengurusan, lanjut Agung, tidak menghilangkan peran para pengurus lama. Justru tetap dirangkul dalam semangat kolektif untuk memperkuat eksistensi media perdjoeangan.

Dalam dua bulan terakhir, Media Perdjoeangan mencatat peningkatan signifikan dalam produktivitas konten dan jangkauan publikasi. Hal ini menjadi indikator bahwa strategi digital yang dijalankan mulai menunjukkan hasil positif.

Namun demikian, Agung mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam memproduksi dan menyebarkan konten, serta perlunya evaluasi terhadap setiap materi yang dipublikasikan.

“Wajah organisasi hari ini ada di media sosial. Karena itu, kita tidak boleh berhenti, bahkan satu hari pun, dalam mengekspos kegiatan organisasi di berbagai platform,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kerja media bukan sekadar soal kuantitas postingan, melainkan juga kualitas dan dampaknya terhadap publik. Evaluasi berkala menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap konten memiliki nilai baik bagi organisasi (FSPMI).

Di kesempatan yang sama, Kahar S Cahyono sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) Media Perdjoeangan mengatakan, sebagai bagian dari target jangka pendek. Media Perdjoeangan Nasional menargetkan peningkatan minimal 5 persen jumlah pengikut (followers) di setiap platform media sosial resmi FSPMI, khususnya YouTube, Instagram, dan TikTok.

Target tersebut dinilai Kahar, realistis. Namun tetap membutuhkan kerja kolektif, disiplin, dan inovasi dari seluruh tim media perdjoeangan nasional.

Kahar. S Cahyono, Pimpinan Redaksi Media Perdjoeangan | foto by Budi Santoso

Dengan semangat baru dan struktur yang telah diperbarui, Media Perdjoeangan Nasional diharapkan mampu menjadi wajah perjuangan buruh FSPMI yang lebih kuat, modern, dan berpengaruh di tengah derasnya arus informasi digital arus utama.