Matangkan Target Perundingan Upah 2027 dan TAT 2026, PUK SPLP FSPMI PT Marsol lakukan Rapat

Matangkan Target Perundingan Upah 2027 dan TAT 2026, PUK SPLP FSPMI PT Marsol lakukan Rapat

Bekasi, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPLP FSPMI) PT Marsol Abadi Indonesia menggelar rapat rutin (Ratin) pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari Kalender Kerja 2027, Tunjangan Akhir Tahun (TAT) 2026, kenaikan upah 2027, hingga evaluasi kegiatan pengurus.

Ratin yang dihadiri jajaran pengurus dan tim perunding ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi organisasi sekaligus mematangkan persiapan menghadapi agenda perundingan dengan manajemen perusahaan.

Dalam pembahasan TAT 2026 dan kenaikan upah 2027, pengurus bersama tim perunding mulai menyusun target perjuangan, termasuk menentukan waktu perundingan dan nilai minimal yang akan diperjuangkan. Langkah ini dilakukan agar proses perundingan berjalan terarah dan hasil kesepakatan nantinya dapat dinikmati anggota tepat waktu.

Selain agenda perundingan, rapat juga membahas Kalender Kerja 2027. Dalam pembahasannya, disepakati bahwa kalender kerja tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan kalender kerja tahun sebelumnya.

Evaluasi kegiatan pengurus turut menjadi bagian penting dalam rapat rutin tersebut. Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja organisasi serta memastikan setiap agenda perjuangan berjalan sesuai rencana.

Melalui rapat rutin ini, ketua PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia, Budi Lahmudi, S.H , M.H. meminta masing-masing bidang kembali melihat kembali program kerja hasil Musnik agar lebih maksimal, “Hampir dua tahun kepengurusan ini, saya harap kawan-kawan pengurus melihat program kerja yang belum terlaksana agar segera dapat dilakukan sesuai rencana,” katanya

Lebih lanjut ia meminta pengurus berupaya memastikan setiap agenda yang menyangkut kepentingan anggota dipersiapkan secara matang, terukur, dan tepat sasaran, sehingga perjuangan organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan pekerja.