Manfaat Liburan Untuk Pekerja

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Akhir tahun telah tiba. Momen seperti ini digunakan oleh sebagain besar untuk berlibur. Sedikit menjauhkan diri dari pekerjaan, menemukan inspirasi dan energi baru, sehingga makin produktif ketika nantinya masuk kembali bekerja.

Dalam regulasi, kita harus istirahat sekurang-kurangnya 30 menit setelah 4 jam bekerja. Dalam sehari, kita hanya bekerja 8 jam dan 40 jam dalam seminggu. Dalam seminggu, sekurang-kurangnya kita beristirahat 2 hari jika bekerja 5 hari dan 1 hari jika bekerja 6 hari dalam seminggu. Pun istirahat atau cuti tahunan, juga hari libur ketika ada hari-hari besar nasional. Semua itu harus dimanfaatkan oleh pekerja untuk berlibur. Sebab, pekerja bukanlah robot.

Dari penelusuran KPonline dari sejumlah sumber, ternyata banyak manfaat yang didapat dari liburan. Bahkan sejumlah penelitian bahkan menunjukkan, liburan merupakan keharusan di dunia kerja. Usai berlibur, banyak pegawai yang langsung menunjukkan produktivitas maupun semangat karirnya.

Sementara sebanyak 82 persen pengusaha yang berlibur ternyata menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Berikut alasan mengapa berlibur merupakan kegiatan yang baik bagi karir Anda seperti dikutip dari Lifehack.org.

Kantor bukan tempat yang bisa beri inspirasi

Melahirkan gagasan brilian di tempat kerja merupakan hal yang sangat sulit. Anda tentu tak bisa kreatif atau merasa terinspirasi saat berada di bawah tekanan. Tapi saat berlibur dan merasa santai, kreativitas meningkat. Banyak gagasan karir cemerlang yang akan datang sendiri menghampiri Anda.

Kesehatan membaik

Berlibur merupakan kegiatan yang sangat penting. Fungsi jantung dan tekanan darah dapat kembali ke level normal karenanya. Tak hanya itu, tidur yang cukup juga dapat meningkatkan mood kerja Anda. Selain itu, berbagai kejadian saat berlibur juga dapat menjadi inspirasi berkarir.

Biarkan pikiran beristirahat

Banyak pegawai yang merasa pening hingga linglung karena berhadapan dengan terlalu banyak data dan bekerjaan. Otak Anda akan terus dipaksa berpikir demi menuntaskan berbagai tugas. Tapi saat berlibur, gagasan baru dan berbagai pemandangan indah akan membuat pikiran Anda merasa tenang dan lebih siap bekerja.

Anda butuh perubahan

Dalam berkarir, perubahan ke arah yang lebih baik juga merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan. Berlibur juga dapat memberikan perubahan yang Anda harapkan. Pasalnya, beberapa penelitian membuktikan otak Anda dapat bekerja secara progresif setelah berlibur.

Merasa lebih bahagia

Perusahaan akuntansi Ernst & Young melakukan sebuah survei menarik mengenai dampak liburan pada pegawai. Salah satu penemuannya menunjukkan, para pegawai yang berlibur lebih selalu menunjukkan peningkatan kinerja di kantor dibandingkan yang jarang berlibur.

Tetapi hal itu bukan masalah sepanjang kita memfokuskan pada aspek positif liburan terutama untuk kesehatan. Peneliti telah menunjukkan liburan ternyata sangat dianjurkan oleh para dokter karena memiliki pengaruh terhadap peningkatan kesehatan.

Menjaga sel otak

James Sands dari South Coast Institute for Applied Gerontology meneliti 112 wanita yang berumur 65-92 dan menemukan ada suatu hubungan antara rutinitas hidup yang banyak dengan menurunnya fungsi intelektual. Meskipun ada hubungan positif antara liburan dengan fungsi intelektual.

Meningkatkan kepuasan hidup

Linda Hoopes dan John Lounsbury, peneliti Departemen Psikologi Universitas Tennessee mensurvey 128 pegawai sebelum dan sesudah liburan. Mereka menemukan ada suatu peningkatan dalam kepuasan hidup setelah liburan.

Menurunkan ketegangan
Stress eksternal dan kegiatan kehidupan baik di tempat kerja atau rumah dapat membuat seseorang merasa gembira atau stress. Gejala-gejalanya termasuk perasaan lelah, tidak memiliki dorongan, tidak tertarik melakukan sesuatu, tidak antusias dan bahkan perasaan takut. Peneliti dari Departemen Psikologi Universitas Tel Aviv. Mina Westman dan Dove Eden menemukan perasaan tertekan dalam 76 pegawai menurun signifikan selama liburan.

Memperbaiki kehidupan keluarga
Dilaporkan dalam An experiment in leisure (Science Journal, 1968), W.J. Kaiser menganalisa respon dari 390 pegawai pabrik baja yang melakukan liburan selama 13 minggu. Ia menemukan liburan ternyata dapat memberikan keuntungan bagi kehidupan keluarga. Para pekerja dilaporkan lebih tertarik dan berbagi kegiatan dengan pasangan dan anak-anak mereka.

Ada sesuatu yang mengandung unsur-unsur pengobatan keluar dari rutinitas sehari-hari dan menikmati lingkungan berbeda. Setiap liburan memiliki manfaat unik. Bahkan bagi beberapa orang paket liburan satu minggu yang diatur dapat memiliki keuntungan tahan lama. Kadang-kadang suatu perjalanan adalah suatu eksplorasi perjuangan dan orang merubah cara mereka memandang diri dan keadaan sulit mereka di rumah. (*)