Jakarta, KPonline-Setelah 3 bulan perjalanan sejak peluncuran pada 1 Mei 2026, MADFEST Merah Putih 2026 malam ini, Selasa 18 Agustus 2026 mencapai puncaknya.
“Malam Anugerah Aspirasi MADFEST Merah Putih 2026” digelar sebagai bentuk penghargaan tertinggi bagi para pembuat film pendek dari kalangan pekerja di seluruh Indonesia.
MADFEST Merah Putih bukan festival film biasa. Sejak awal diluncurkan, ajang ini memposisikan diri sebagai ruang alternatif dan ruang dialog. Tujuannya jelas: menjadi “megafon” bagi para buruh, petani, nelayan, ojol, pekerja migran, hingga pekerja digital untuk menyuarakan aspirasi, kritik sosial, dan realitas kehidupan kerja mereka melalui karya visual. Tanpa harus turun ke jalan.
Setiap karya yang masuk adalah bentuk keberanian bersuara dan akan diapresiasi sebagai bagian dari arsip perjuangan kelas pekerja.
Sepanjang Mei – Agustus 2026, karya karya anak bangsa telah masuk. Malam ini karya-karya terpilih akan diputar kembali, dan para pembuatnya akan menerima apresiasi langsung.Terpilih 5 film pendek terbaik dari 10 nominasi.
Malam Anugerah Aspirasi ini juga menjadi ruang temu. Mempertemukan pekerja, sineas, akademisi, komunitas, dan masyarakat umum dalam satu dialog. Agar suara yang biasanya hanya terdengar saat orasi, kini bisa didengar lewat cerita, gambar, dan emosi di layar.
MADFEST adalah singkatan dari May Day Festival. “Merah Putih” menegaskan bahwa perjuangan kelas pekerja adalah bagian dari semangat kebangsaan. Diluncurkan 1 Mei 2026, MADFEST hadir untuk membuktikan bahwa seni dan budaya adalah alat perjuangan yang sah.