Lakukan Penganiayaan, Buruh FSPMI Batam Gelar Aksi Tuntut Oknum PT Tai Cheng Batam di Tindak Tegas

Batam,KPonline –Hari ini (12/4/18) buruh FSPMI Batam menggelar aksi damai di depan PT TAI CHENG Batamguna menuntut manajemen perusahaan menindak tegas oknum-oknum yang telah melakukan tindak kekerasan dan yang menyuruh tindakan tersebut sehingga mengakibatkan salah seorang buruh PT TAI CHENG , Yopi mengalami luka-luka.

Kejadian ini berawal dari pemutusan hubungan kerja seluruh anggota SPAI FSPMI PT. TAI CHENG, dan dalam proses sudah dilakukan perundingan dari bipartit sampai mediasi hingga keluarnya anjuran yang mengajurkan untuk mempekerjakan kembali karyawan dengan status PKWTT (karyawan tetap), namun pihak perusahaan tetap pada pendiriaannya dan hanya akan melayani di pengadilan

Bacaan Lainnya

Sekretaris Konsulat Cabang FSPMI Batam, Andy Saputra mengatakan setelah anjuran keluar dari pihak PC SPAI Batam memasukan laporan ke pengawasan terkait hal tersebut dan kekurangan upah buruhnya

“Namun sampai hari ini kinerja pengawasan memble dan tidak ada progres yang jelas” Tuturnya kepada KPonline

“Pada tanggal 4 Apr 2018, saudara Yopi Oktafiansyah selaku ketua PUK hendak masuk kerja pada jam 16.00 bertepatan shift 2 setelah cuti 2.5 hari, namun pada saat hendak finger print, data di mesin menolak sehingga Yopi menanyakan ke pihak sekurity perusahaan , namun pihak sekurity mengarahkan ke laeder untuk memperjelas, pada saat ketemu leader beliau tidak bisa menjawab dengan alasan kewenangan HRD” Jelas Andi

Andi menceritakan bahwa selanjutnya leader mengantarkan Yopi ke office lantai 2 untuk klarifikasi, di ikuti juga oleh 2 orang sekurity. Pada saat bertemu dengan HRD ibu Ita, Yopi menjelaskan kenapa saya tidak bisa finger print, ibu Ita menjawab bahwa cuti Yopi diperpanjang sampai 20 April,

Dan di situlah terjadi perdebatan dan kekecewaan Yopi yang tetap mempertanyakan kalau cuti diperpanjang mengapa data finger dia dihapus, namun karena tidak nyaman ibu Ita memerintahkan sekurity untuk mengusir Yopi, dan pemaksaan tersebut terjadi sehingga Yopi terjatuh dari kursi sehingga kepala terbentur ke lantai. Belum selesai di sana pemaksaan dan penyeretan sampai ke lantai dasar, sehingga luka lecet di tangan, akibatnya Yopi mengalami pusing dan mual pada saat setelah kejadian.

Pihak PC SPAI Batam setelah mendapat laporan kejadian ini langsung melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke pihak kepolisian setempat untuk pengusutan lebih lanjut.( Roy Sidabutar)

Pos terkait