Kualitas Suatu Rezim Ditentukan Kualitas Demokrasinya

Kualitas Suatu Rezim Ditentukan Kualitas Demokrasinya

Jakarta, KPonline – Saya ikut mendampingi pimpinan KSPI ketika mengadakan konferensi pers menjelang May Day 2019. Konferensi pers tersebut diselenggarakan di Hotel Mega Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat. Beberapa hari sebelum 1 Mei.

Dalam kesempatan tersebut, KSPI menjelaskan tema peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini: Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi yang Jujur dan Damai.

Ketika kaum buruh berbicara tentang demokrasi yang jujur dan damai, sejatinya ia berbicara melampaui dirinya sendiri. Tidak hanya untuk insan yang bekerja di pabrik, tetapi juga menjangkau ranah publik.

Hingga kemudian, Presiden KSPI yang juga menjadi Presiden FSPMI Said Iqbal mengatakan, kualitas suatu rezim ditentukan oleh kualitas demokrasi.

Menyinggung masalah Pilpres, Iqbal menegaskan. “Silakan menang, tetapi jangan curang dan menghabisi suara rakyat. Pemimpin yang menang dalam kejujuran akan melahirkan kebijakan yang penuh dengan kejujuran.”

Pemimpin yang meraih kekuasaan dengan kecurangan, pasti juga akan mengeluarkan kebijakan yang curang dan tidak adil.

Dalam kaitan dengan itu, kaum buruh berkepentingan agar pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang tidak melakukan kecurangan. Sebab di balik kecurangan terindikasi kekuatan uang. Dikendalikan para mafia dan cukong-cukong politik.

Jika ini terjadi, akibatnya demokrasi menjadi tidak bermakna. Terciderai.

Kita tidak sedang menuduh siapa pun. Tetapi satu hal yang pasti, demokrasi yang jujur dan damai — yang saat ini diperjuangkan KSPI — adalah nilai-nilai yang universal. Di atas keyakinan itulah kaum buruh khususnya KSPI kemudian mengangkatnya dalam tema May Day. Sebuah hari yang sakral bagi gerakan buruh sedunia.

Saya kira, sikap kita sudah sangat jelas. Keterlibatan gerakan buruh dalam pusaran politik adalah dalam rangka untuk menjaga ruang demokrasi.

Itulah sebabnya, dalam pemilihan legislatif, kita memberikan dukungan kepada kader-kader buruh untuk maju dalam Pileg. Mereka maju mewakili kaum buruh dari berbagai partai, mulai dari PDI Perjuangan hingga Gerindra. Bahkan ada yang maju dari Partai Garuda, Perindo, dan Berkarya.

Keragaman ini memperlihatkan jika kita bukan undebow partai politik mana pun. Sebab, sebagaimana kita tegaskan dari awal, strategi politik ini kita lakukan dalam rangka mewujudkan cita-cita perjuangan: SEPULTURA.

Facebook Comments

Comments are closed.