Koperasi UBSSM : Pemahaman Koperasi Lewat Pendidikan Menjadi Prioritas Bekal Utama

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Koperasi Usaha Bersama Sejahtera Sosial Masyarakat (UBSSM) berkomitmen menyelenggarakan pendidikan tentang pendalaman materi terkait berkoperasi secara berkesinambungan untuk seluruh anggotanya.

Pendidikan adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan oleh koperasi diantaranya kesejahteraan bersama.

Bacaan Lainnya

Pendidikan ini dilakukan di Sekretariat Koperasi UBSSM Perum Mega Regency Blok D, RT 08/13, Sukaragam, Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Agenda pendidikan dasar koperasi ini sempat tertunda karena kondisi dan situasi pandemi (covid-19) yang terjadi di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia.

Acara pendidikan dasar dibuka oleh Nur Cahyo salah satu pentolan Koperasi UBSSM, dimana peserta pendidikan yang hadir sudah siap untuk menerima materi yang akan disampaikannya.

“Tujuan diadakan pendidikan dasar koperasi ini supaya anggota memahami secara luas tentang berkoperasi. Berkoperasi itu bukan sekedar tentang, menginginkan harga yang murah, bisa berhutang, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang besar. Namun mesti ada sebuah cita-cita besar secara bersama dan bisa menjadi pondasi dasar berdirinya Koperasi UBSSM,” tandas Nur Cahyo, Minggu (21/06/2020).

Menurutnya, menyatukan kekuatan ekonomi, dan menyiapkan masa depan anak-anak kita dengan cara bersama-sama itu tujuan yang sangat kita butuhkan di zaman seperti sekarang. Pendidikan terhadap anggota kedepan akan dilakukan secara “Continew” karena pondasi pertama itu adalah pemahaman lewat pendidikan.

Kehadiran Mohammad Azhar dari Lembaga Studi dan Pengembangan Perkoprasian Indonesia (LSP2I) membuat suasana pendidikan terasa spesial dan luar biasa.

Para peserta pendidikan menjadi termotivasi karena akan mendapatkan ilmu dari orang yang berkompeten di bidangnya.

“Pemahaman yang terjadi di dalam anggota koperasi, dan masyarakat tentang bentuk kesejahteraan yang masih minim. Hampir 90% lebih anggota koperasi yang dijumpai di Indonesia memaknai hal yang sama bahwa bentuk sejahtera dalam koperasi adalah SHU yang banyak,” terang Azhar.

“Jika pemahaman tentang bentuk kesejahteraan dalam koperasi hanya semata-mata SHU. Dapat diartikan lain bahwa ketika koperasi mendapatkan SHU yang besar anggota sudah mencapai kesejahteraan begitu sebaliknya. Sehingga kebanyakan pengurus-pengurus koperasi berusaha semaksimal mungkin hanya untuk mengejar SHU yang besar. Sehingga pada akhirnya sebagai pengelola (pengurus) yang seharusnya amanah melupakan/melanggar nilai-nilai dan 7 prinsip koperasi karena hanya fokus bagaimana Koperasi bisa mengejar SHU semata,” tambahnya.

Lebih lanjut Mohammad Azhar menegaskan jika tujuannya untuk menjadi anggota Koperasi di UBSSM hanya untuk menginginkan bentuk kesejahteraan semacam itu artinya mental kita sebagai anggota koperasi masih ecek-ecek. Padahal SHU itu adalah sisa-sisa dari usaha.

“Saya lebih suka menggunakan istilah SHU dengan “Deviden” dimana “Deviden” merupakan laba atau keuntungan yang diterima oleh pemilik yang berasal dari keuntungan. Artinya kita sebagai anggota koperasi adalah sebagai pemilik semua bisnis yang dibangun oleh koperasi,” jelas Azhar. (Yachobus/Jhole)

Pos terkait