Depok, KPonline-Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Immortal Cosmedika Indonesia menggelar konsolidasi bersama pengurus dan anggota di sebuah warung kopi yang berada di sekitar lingkungan perusahaan pada Jumat (17/7/2026), seusai jam kerja. Kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas organisasi sekaligus memberikan informasi mengenai perkembangan berbagai persoalan yang tengah dihadapi organisasi.
Konsolidasi dipimpin langsung oleh Sekretaris PUK, Danu, yang memaparkan sejumlah perkembangan penting, di antaranya:
• Perkembangan lanjutan pelaporan di Polda Metro Jaya.
• Perkembangan pelaporan di Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor terkait Nota Kekurangan Upah.
• Kondisi di PT. Immortal Cosmedika Indonesia, di mana sejumlah anggota serikat, termasuk pengurus, mengalami mutasi ke bagian yang dinilai tidak semestinya, sementara mutasi tersebut hanya terjadi kepada anggota serikat pekerja.
• Pembahasan mengenai rencana penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Danu menjelaskan bahwa perusahaan dinilai terlalu terburu-buru mendorong pembentukan PKB karena masa berlaku Peraturan Perusahaan (PP) akan segera berakhir. Hingga saat ini, draf PKB maupun tata tertib perundingan belum disampaikan kepada serikat pekerja.
Selain itu, pihak perusahaan justru meminta perwakilan dari masing-masing divisi, padahal perundingan PKB pada prinsipnya dilakukan antara pengusaha dan serikat pekerja sesuai ketentuan Permenaker Nomor 28 Tahun 2014.
Masih adanya berbagai bentuk tekanan dan intimidasi yang dirasakan anggota di lingkungan PT. Immortal Cosmedika Indonesia.
Seluruh materi tersebut dipaparkan secara rinci agar anggota memahami perkembangan situasi dan langkah-langkah yang sedang ditempuh oleh organisasi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PUK Muhamad Ali mengajak seluruh anggota untuk tetap tenang, menjaga kekompakan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang di lingkungan perusahaan.
Ia menegaskan bahwa persatuan anggota merupakan kekuatan utama dalam menghadapi setiap persoalan yang dihadapi organisasi.
Kegiatan konsolidasi berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab secara terbuka, sehingga anggota dapat menyampaikan berbagai masukan, pertanyaan, maupun aspirasi kepada pengurus.