PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF Dorong Anggota Bangun Jiwa Wirausaha

PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF Dorong Anggota Bangun Jiwa Wirausaha

Semarang, KPonline – Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF, Agus Widodo, mengajak para pekerja untuk tidak hanya mengandalkan pekerjaan di sektor industri, tetapi juga mulai membekali diri dengan berbagai keterampilan yang dapat menjadi modal untuk berwirausaha. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Memasak Soto Ayam yang diselenggarakan di Sekretariat FSPMI Jawa Tengah, Minggu (19/7/2026).

Menurut Agus, pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan cara memasak, melainkan lahir dari keprihatinan terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia yang masih bergantung pada investasi asing. Ia menilai kondisi tersebut membuat para pekerja rentan kehilangan pekerjaan ketika perusahaan memutuskan memindahkan investasinya ke negara lain.

“Kita tidak boleh menggantungkan seluruh harapan kepada keberadaan investor. Kita harus mulai mempersiapkan diri dengan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika terjadi perubahan kondisi ekonomi atau perpindahan investasi,” ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa peningkatan keterampilan (upskilling) menjadi salah satu langkah penting agar pekerja memiliki daya saing sekaligus alternatif sumber penghasilan. Dengan memiliki kemampuan tambahan, pekerja akan lebih siap menghadapi perubahan di dunia kerja maupun memulai usaha secara mandiri.

Selain keterampilan, Agus juga menekankan pentingnya kemampuan mengelola keuangan. Menurutnya, keberhasilan seseorang dalam berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga oleh kemampuan mengatur keuangan usaha dengan baik.

“Manajemen keuangan merupakan pondasi utama dalam berwirausaha. Banyak orang mampu memperoleh penghasilan, tetapi belum tentu mampu mengelolanya dengan baik. Karena itu, kemampuan mengatur keuangan harus dimiliki sejak awal,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak takut memulai usaha dari skala kecil. Menurutnya, bisnis besar selalu diawali dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Hobi atau keterampilan yang dimiliki, seperti memasak, dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan apabila terus dikembangkan.

“Jangan takut mencoba. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Semakin sering mencoba, semakin banyak pengalaman yang akan menjadi bekal untuk membangun usaha yang lebih besar,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Agus berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya para pekerja yang mandiri, produktif, dan mampu menciptakan peluang usaha bagi dirinya maupun masyarakat di sekitarnya.

“Semoga pelatihan ini menjadi bekal bagi teman-teman untuk meningkatkan kemampuan diri, memperkuat ekonomi keluarga, dan membuka peluang usaha yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya. (sup)