Partai Buruh Provinsi Riau Resmi Bentuk Kepengurusan, Sunan Tumenggung Ketua, Iwan Sekretaris, Satria Putra Bendahara

Partai Buruh Provinsi Riau Resmi Bentuk Kepengurusan, Sunan Tumenggung Ketua, Iwan Sekretaris, Satria Putra Bendahara

Pekanbaru, KPonline- Partai Buruh Provinsi Riau resmi membentuk kepengurusan baru dalam diskusi dan musyawarah yang digelar di Wareh Kupie Arifin Ahmad, Pekanbaru, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan serikat buruh dan serikat petani sebagai unsur organisasi pendiri Partai Buruh di Provinsi Riau dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi serta menyatukan arah perjuangan politik kaum buruh dan rakyat pekerja.

Diskusi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan. Selain membahas penguatan organisasi, forum juga menegaskan pentingnya sinergi antara gerakan buruh dan gerakan petani sebagai kekuatan utama dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan perlindungan terhadap hak-hak rakyat.

Melalui musyawarah yang berlangsung secara demokratis, forum menetapkan Sunan Tumenggung sebagai Ketua, Iwan sebagai Sekretaris, dan Satria Putra sebagai Bendahara Partai Buruh Provinsi Riau. Ketiganya dipercaya memimpin organisasi dalam memperkuat konsolidasi serta membangun struktur Partai Buruh hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Ketua Partai Buruh Provinsi Riau, Sunan Tumenggung, menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan penuh komitmen. Menurutnya, Partai Buruh harus menjadi rumah perjuangan bagi kaum buruh, petani, nelayan, guru, tenaga honorer, dan seluruh rakyat pekerja. Karena itu, kepengurusan yang telah terbentuk akan membangun organisasi yang kuat, terbuka, dan selalu berpihak kepada kepentingan rakyat melalui kerja kolektif serta semangat persatuan.

Sekretaris Partai Buruh Provinsi Riau, Iwan, mengatakan bahwa setelah kepengurusan terbentuk, langkah utama yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Ia menegaskan bahwa administrasi yang tertib, komunikasi yang baik, kaderisasi yang berkelanjutan, serta koordinasi yang erat antara unsur serikat buruh dan serikat petani akan menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang solid dan mampu menjalankan program perjuangan secara efektif.

Sementara itu, Bendahara Partai Buruh Provinsi Riau, Satria Putra, mengajak seluruh pengurus, kader, serta organisasi pendiri untuk menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan organisasi. Menurutnya, terbentuknya kepengurusan ini merupakan awal dari perjuangan yang lebih besar dalam membangun Partai Buruh sebagai kekuatan politik yang menyatukan kaum buruh, petani, dan seluruh rakyat pekerja di Provinsi Riau. Ia menegaskan bahwa hanya dengan kebersamaan, disiplin organisasi, dan solidaritas, cita-cita mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan.

Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk segera menyusun program kerja, memperkuat koordinasi antarorganisasi pendiri, serta membentuk kepengurusan Partai Buruh di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Para peserta juga sepakat untuk terus menjaga soliditas organisasi sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai agenda perjuangan Partai Buruh di masa mendatang.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, Partai Buruh Provinsi Riau diharapkan semakin siap menjalankan perjuangan politik yang berpihak kepada kaum buruh, petani, dan seluruh rakyat pekerja, serta menjadi kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau.