Jakarta, KPonline – Pengurus Cabang (PC) Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi (SPDT) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jakarta menggelar rapat penting dalam rangka persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Senin (27/4/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua PC SPDT FSPMI Jakarta, Dawamul, ini berlangsung di Sekretariat PUK SPDT FSPMI PT.Transportasi Jakarta yang beralamat di Jl. Mayjen Sutoyo No.1, Kb. Pala, Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13650.
Dalam rapat tersebut, Dawamul menekankan pentingnya fokus perjuangan buruh tahun ini harus dimaksimalkan agar kekuatan buruh pada saat mayday adalah benar-benar nyata pergerakan.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah perjuangan buruh internasional, khususnya makna May Day yang lahir dari perjuangan panjang kaum pekerja.
“Kita harus ingat sejarah 1 Mei. Delapan jam kerja, delapan jam istirahat, dan delapan jam untuk kehidupan sosial. Itu bukan hadiah, tapi hasil perjuangan panjang buruh dunia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah tuntutan utama kembali ditegaskan, diantaranya mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan regulasi Undang undang Ketenagakerjaan Baru yang berpihak kepada buruh serta mencabut kebijakan yang dinilai merugikan pekerja.
Isu Hostum (Hapus outsourcing Tolak Upah Murah) juga menjadi isu utama. Hal ini sejalan dengan berbagai tuntutan yang selama ini disuarakan oleh FSPMI afiliasi KSPI dalam berbagai aksi nasional.
Selain PUK SPDT FSPMI PT. Transportasi Jakarta rapat ini juga dihadiri dari Perwakilan dari DPW FSPMI JAKARTA bung Barok dan Bung Brada selain itu juga ada SPA yang Ada DiSPDT FSPMI contohnya PUK PAM JAYA, PUK DAMRI dan PUK GOOJEK.