Perkuat Organisasi, PUK SPEE FSPMI PT SMT & PUK SPEE FSPMI PT HAIER Gelar Konsolidasi Dan Buka Bersama

Bekasi, KPonline – Di hari ke-4 Ramadhan 1439 H ini, Omah Buruh Bekasi kembali ramai dengan kehadiran para buruh dari kawasan EJIP. Bertepatan dengan hari Minggu (20/05/2018), ada dua Pimpinan Unit Kerja (PUK) dari sektor Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) yang mengadakan konsolidasi dan buka puasa bersama anak yatim.

Bulan Ramadhan dan hari Minggu adalah waktu yang berat buat sebagian orang melakukan aktivitas. Hari libur seperti ini biasanya dipergunakan untuk istirahat di rumah, bersosialisasi di lingkungan tempat tinggal, atau bahkan banyak para buruh melakukan kerja lembur untuk menambah penghasilan agar tidak defisit di akhir bulan.

Bacaan Lainnya

Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat anggota PUK SPEE FSPMI PT SMT dan PT HAIER. Terbukti, dalam laporan Ketua Panitia Siti Fatmawati dari SMT menyampaikan bahwa yang hadir konsolidasi ini ada 200 peserta yang mayoritas adalah pekerja pkwt/kontrak.

“Acara ini terselenggara berkat kontribusi dari anggota yang setiap bulannya menyisihkan sebagian upahnya secara sukarela kepada pengurus PUK yang keliling mengedarkan kotak amal. Alhamdulilah anggaran untuk acara ini mencapai 20 jutaan dan kita santuni 50 anak yatim yang kita undang dari yayasan dan dari keluarga anggota PUK,” kata Siti.

Senada dengan yang disampaikan oleh ketua panitia, Ketua PUK SPEE FSPMI PT SMT Zefri Frabian juga menyampaikan terima kasih kepada anggota yang berkenan hadir.

“Kehadiran teman-teman adalah bukti kekompakan kita dan ini menjadi penyemangat kami untuk tetap mengawal perjanjian kontrak teman-teman agar terus sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Untuk agenda konsolidasi ini, panitia pun mengundang pengurus Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Bekasi untuk hadir dan memberikan pembekalan kepada anggota.

Aep Risnandar mewakili Pimpinan Cabang SPEE FSPMI Bekasi mengapresiasi kegiatan penting ini dan berharap bisa ditiru oleh PUK-PUK yang lain. Selain ajang silaturahmi, konsolidasi yang berkesinambungan adalah cara efektif untuk memperkuat organisasi, membangun kekompakan, dan memotivasi anggota akan pentingnya berorganisasi.

“Tantangan kita kedepan jauh lebih berat. Banyak produk hukum yang tidak berpihak kepada buruh. Selain PP 78/2015 juga ada Permenaker No 36 tahun 2016 tentang perjanjian pemagangan yang siap menghambat buruh untuk menjadi pekerja tetap. Belum lagi ancaman Perpres No.20 tahun 2018 yang akan mengurangi kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Jadi bersatu dan bersinerginya anggota dan pengurus adalah sebuah keniscayaan,” kata pria yang juga sebagai Ketua PUK SPEE FSPMI PT.Hitachi power systems Indonesia ini

Acara ditutup dengan tausiyah dari Ustadz Abu Salman dari Pesantren Assunah Tasikmalaya. Menurutnya untuk menjadi buruh yang barokah haruslah memegang 2 prinsip ini, Al-qowi dan Al-amin, profesional dan amanah.

“Agar bekerja berbuah pahala rahasianya ada di niat. Jadi amalkan niat ini selepas bada subuh sebelum teman-teman berangkat bekerja, Insyaa Allah, Allah akan mencatatnya sebagai amal kebaikan dan mengganti peluh keringat teman-teman dengan pahala-Nya,” kata Ustadz Abu Salman.

Tepat pukul 17.45 Wib, acara ditutup dengan doa bersama anak yatim yang di pimpin langsung oleh ustadz Abu Salman dan acara di akhiri dengan buka bersama.

Sungguh pemandangan yang begitu indah, ditengah himpitan kebutuhan hidup para buruh ini masih bisa berbagi,bukti kepada masyarakat kalau buruh juga mempunyai sifat sosial yang tinggi, tidak hanya bisa demo dan menuntut saja.

Pos terkait