Kisah Lady Ojek Online dan Kenek Perempuan Trans Jakarta

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – Kegiatan Training Leaderhsip Perempuan FSPMI yang dilaksanakan dari tanggal 24 – 26 Agustus 2017 di Hotel Grand Cempaka, Cipayung-Bogor, memang sudah usai. Tetapi acara tersebut menyisakan sebuah kisah yang mengiris perasaan saya.

Dalam training tersebut, ada perempuan yang merupakan driver ojek online, mbak Ipit. Saya menyebutnya Lady OJOL. Jangan bingung, OJOL adalah singkatan dari Ojek Online.

Bacaan Lainnya

Selain itu, juga datang kenet PT Trans Jakarta, Novia.

Kedua perempuan ini, Ipit dan Novia, merupakan anggota Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPDT FSPMI).

Selama ini, mungkin kita hanya melihat betapa modisnya penampilan mbak-mbak “Kenek Elit” yang menjadi kondektur Busway Trans Jakarta.

Tetapi kita tidak pernah tahu, betapa beratnya pekerjaan yang harus mereka jalani. Jam kerja berlebih tanpa perhitungan lembur, jika durasi perjalanan berkepanjangan karena macet, tidak ada cuti haid. Bahkan mereka harus kuat menahan pipis, karena di Busway tidak tersedia toilet.

Tidak hanya itu, mereka tidak bisa menikmati makan siang atau malam tepat pada waktunya karena tidak punya jam istirahat sebagaimana layaknya buruh yang bekerja 7 atau 8 jam, ada jam rehat 1 jam.

Sudah begitu, mereka rentan mendapat perlakuan pelecehan seksual.

Senada dengan cerita kawan-kawan “Lady OJOL”

Saya pikir yang berprofesi OJOL itu hanya para laki-laki saja. Ternyata banyak juga diantaranya perempua. Mereka biasa menyebutnya komunitas ini, “Lady OJOL”.

Mereka bekerja tanpa terlindungi hak-haknya sebagai pekerja. Padahal mereka punya “Bos” yang memberi perintah kerja dan mereka menerima upah dari pemberi kerja.

Memang benar setiap profesi/pekerjaan mempunyai resiko kerja.

Termasuk kawan-kawan Lady OJOL yang rentan pelecehan seksual. Tidak terbayang jika mereka harus mengambil order yang ternyata customer mereka adalah laki-laki, yang terkadang bersikap kurang ajar.

Namun demikian, mereka tidak mempunyai pilihan. Karena hidup harus terus berjalan.

Mereka hanya berharap bahwa Negara memberi mereka perlindungan sebagai warga negara.

Menjadi anggota serikat pekerja, berarti juga tumbuhnya kesadahan. Bahwa hak haruslah direbut. Karena tidak ada kesejahteraan di negeri ini yang merupakan hadiah dari Negara.

Selamat bergabung dengan SPDT FSPMI dan menjadi bagian dari kita buruh Indonesia yang berjuang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *