Konawe, KPonline – Ketua PUK SPLP FSPMI PT Obsidian Stainless Steel, Alaudin, mendatangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe untuk menyampaikan dua surat pada Selasa, 21 April 2026.
Dua surat yang diserahkan meliputi surat pemberitahuan perubahan nama organisasi SPL FSPMI menjadi SPLP FSPMI dan surat permohonan audiensi terkait permohonan salinan Perjanjian Kerja Bersama atau PKB. Kedua surat tersebut diterima langsung oleh Wa Ode Nilawati A dari pihak Hubungan Industrial Disnakertrans Kabupaten Konawe.
Perjuangan yang dilakukan Alaudin terbilang luar biasa. Pasalnya, untuk mencapai kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ia harus menempuh jarak sekitar 80 kilometer dari lokasi perusahaan di kawasan industri Morosi. Meski jauh, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk memastikan administrasi organisasi dan hak-hak normatif anggota tetap berjalan sesuai aturan.
Saat dikonfirmasi koran perdjoeangan, Alaudin mengatakan bahwa jarak bukanlah suatu hambatan. “Apa yang ia lakukan semata-mata untuk kesejahteraan anggota dan pekerja PT Obsidian Stainless Steel,” katanya.
Alaudin menjelaskan, surat pemberitahuan perubahan nama organisasi penting disampaikan agar pencatatan di Disnakertrans tetap mutakhir. Hal ini berkaitan dengan legal standing serikat dalam setiap proses perundingan maupun advokasi kasus ketenagakerjaan.
Sementara permohonan salinan PKB diajukan karena dokumen tersebut menjadi dasar dalam mengawal hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan.
“PKB itu kitabnya hubungan industrial. Anggota harus tahu isinya, pengurus harus pegang salinannya. Kalau tidak ada PKB yang jelas, rawan terjadi pelanggaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, permohonan audiensi yang diajukan sekaligus meminta agar Disnakertrans Kabupaten Konawe memfasilitasi pertemuan tripartit antara serikat pekerja, manajemen PT Obsidian Stainless Steel, dan pemerintah. Tujuannya untuk memastikan implementasi PKB berjalan dan membuka ruang dialog jika ada pasal yang perlu dievaluasi.
Pihak Disnakertrans Kabupaten Konawe melalui Wa Ode Nilawati A menyampaikan apresiasi atas inisiatif PUK SPLP FSPMI PT Obsidian Stainless Steel yang proaktif berkoordinasi.
“Surat sudah kami terima dan akan segera diproses sesuai mekanisme. Untuk audiensi, kami agendakan dalam waktu dekat setelah berkoordinasi dengan pihak perusahaan,” ujarnya.
Alaudin berharap langkah administratif ini menjadi pintu masuk untuk memperkuat posisi tawar serikat di tingkat perusahaan. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk tetap solid dan aktif mengikuti perkembangan organisasi.
“Selama kita taat prosedur dan kompak, 80 kilometer itu terasa dekat. Yang berat itu kalau anggota tidak sejahtera,” pungkasnya. (Yanto)