Bandungan, KPonline – Berakhirnya rangkaian Training of Facilitator (ToF) yang diselenggarakan oleh PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF di Aula Mess Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Bandungan, Minggu (28/6/2026), meninggalkan kesan positif bagi para peserta. Selama dua hari mengikuti pelatihan, peserta mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, baik dalam aspek kepemimpinan, kepanitiaan, maupun kemampuan berbicara di depan umum.
Salah satu peserta, Rikna Ida Sriwahyuningsih dari PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilai berjalan lancar dan memberikan suasana belajar yang nyaman.
“Selama dua hari ini kegiatan berjalan dengan lancar, memuaskan, dan membuat peserta merasa nyaman. Materi yang disampaikan juga mudah dipahami serta tidak membosankan,” ungkap Rikna.
Selain memberikan kesan positif, Rikna juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan ToF berikutnya dapat diikuti seluruh peserta hingga selesai. Menurutnya, komitmen peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sangat penting agar tujuan pelatihan dapat tercapai secara maksimal.
“Harapannya, ke depan semua anggota yang mengikuti ToF dapat mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Saya juga berharap panitia dapat lebih tegas agar seluruh peserta tetap mengikuti pelatihan sampai selesai, sehingga benar-benar mengetahui hasil akhir dari proses Training of Facilitator ini,” tambahnya.
Kesan serupa juga disampaikan oleh Nurmizan, peserta dari PUK SPAI FSPMI PT Bintang Perkasa Garment, Kabupaten Tegal. Ia mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti ToF atas undangan dari PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF.
“Kami dari Tegal mengucapkan terima kasih atas undangan dari PUK PT SAMI TF sehingga dapat hadir dalam kegiatan ini. Saya merasa sangat beruntung karena bisa menimba ilmu, mulai dari materi kepanitiaan hingga public speaking. Semoga seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat terus berkembang dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurmizan berharap pengalaman penyelenggaraan ToF di Bandungan dapat menjadi inspirasi bagi PUK di Kabupaten Tegal untuk menghadirkan kegiatan serupa sebagai upaya mencetak kader-kader fasilitator yang kompeten dan mampu memperkuat organisasi serikat pekerja di daerah.
Beragam kesan dan masukan dari para peserta menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi panitia penyelenggara untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Training of Facilitator pada masa mendatang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen mereka dalam mengikuti seluruh proses Training of Facilitator selama dua hari. Harapannya setelah mengikuti seluruh rangkaian acara ini, peserta diharapkan mampu melahirkan kader-kader fasilitator yang siap mengembangkan organisasi serikat pekerja di masa mendatang. (sup)