Morowali, KPonline – Puluhan warga Desa Labota bersama gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Aksi yang berlangsung di depan kawasan industri tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat terkait dampak polusi debu batu bara dari aktivitas jetty atau dermaga perusahaan.
Massa menilai pencemaran debu tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada penanganan maupun kompensasi konkret dari pihak perusahaan.
Dalam orasinya, para peserta aksi menyampaikan bahwa debu batu bara dari aktivitas bongkar muat di jetty telah berdampak langsung pada kesehatan warga, pencemaran lingkungan, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat sekitar, khususnya di Desa Labota.
Massa menuntut perusahaan dan pihak terkait segera melakukan langkah konkret berupa :
1. Penanganan polusi debu di area jetty dan sekitar kawasan industri
2. Pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak
3. Transparansi dan dialog antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat
Aksi ini menjadi bentuk protes warga dan mahasiswa agar persoalan lingkungan tidak lagi diabaikan. Menurut Arkham salah satu peserta aksi, tanpa adanya tindakan nyata, dampak polusi akan terus mengganggu kesehatan dan aktivitas warga sehari-hari.
Massa menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga ada jawaban dan solusi nyata dari pihak perusahaan dan pemerintah.
Penulis : Arkham
Editor : Yanto