Jakarta, KPonline-Menjelang pelantikan Pengurus Pleno Exco Pusat dan Sayap Partai Buruh periode 2026-2031 di Jakarta, Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyoroti persoalan melonjaknya harga gas industri yang mengancam keberlangsungan operasional sejumlah pabrik, termasuk sebuah perusahaan di Bekasi yang dikabarkan akan menghentikan produksinya.
Dalam konferensi pers sebelum acara pelantikan, Said Iqbal yang juga sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh menyatakan pemerintah telah mulai mengambil langkah nyata untuk mencegah krisis tersebut semakin meluas. Menurutnya, kerja lintas lembaga telah dilakukan guna menjaga keberlangsungan industri sekaligus melindungi lapangan pekerjaan.
“Satgas PHK sudah mulai bekerja, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh juga sudah turun ke lapangan melakukan berbagai intervensi,” kata Said Iqbal di hadapan awak media. Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, intervensi kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk merespons persoalan yang dihadapi dunia industri, khususnya akibat tingginya harga gas industri yang membebani biaya produksi perusahaan.
Menurut Said, langkah pemerintah dilakukan melalui koordinasi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dengan dukungan Sufmi Dasco Ahmad serta Cucun Ahmad Syamsurijal.
“Intervensi kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo melalui Penasihat Khusus Presiden, dengan didukung oleh Profesor Sufmi Dasco Ahmad dan Pak Cucun selaku Wakil Ketua DPR RI, juga berupaya menurunkan harga gas industri menuju kisaran batas bawah sekitar 10 dolar,” ujar Said.
Ia menilai penurunan harga gas industri menjadi salah satu solusi penting agar perusahaan tetap mampu berproduksi secara kompetitif. Dengan biaya energi yang lebih terjangkau, industri diharapkan tidak perlu mengambil langkah ekstrem seperti menghentikan produksi atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Said menegaskan bahwa persoalan harga gas tidak hanya menyangkut dunia usaha, tetapi juga berkaitan langsung dengan nasib puluhan ribu pekerja yang menggantungkan penghasilannya pada keberlangsungan operasional pabrik.
Karena itu, Partai Buruh berharap upaya pemerintah dalam menekan harga gas industri dapat segera membuahkan hasil sehingga perusahaan-perusahaan yang saat ini menghadapi tekanan biaya produksi tetap dapat beroperasi, menjaga investasi, serta mempertahankan lapangan kerja.