Kerajaan Bisnis NTUC Singapore Berawal Dari 1 Dollar

Singapore, KPonline – Seperti halnya Check of Systems (COS) yang diterapkan oleh FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia), ternyata NTUC Singapore pun sudah melakukannya diawal pendirian organisasi serikat buruh tersebut. Agar roda organisasi senantiasa terus bergerak dan berkembang. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran dari para pimpinan buruh di NTUC Singapore dalam membangun sebuah bisnis sosial berbasis koperasi.

Bahkan, prosentase pembagian COS yang diterima oleh Perbendaharaan NTUC Singapore pada awal pendiriannya, hampir mirip dengan prosentase pembagian COS yang dilakukan oleh FSPMI. Meskipun ada sedikit perbedaan yaitu pada pos pengumpulan dana untuk membangun mimpi-mimpi kaum buruh Singapura pada saat itu. Mimpi itu bernama koperasi. Sebuah sarana dimana kaum buruh bisa membeli segala kebutuhan hidup yang dimiliki oleh kaum buruh itu sendiri. Sebuah mimpi yang kala itu sangatlah tidak mungkin.

Bacaan Lainnya

Bermodalkan $1 Singapura setiap anggota, mereka bahu-membahu mengumpulkan dana setiap bulannya. Hanya dengan $1 Singapura setiap anggota. Jumlah mereka saat itu hanya terbilang ratusan orang saja.

Berat..yaa memang berat. Bayangkan saja, disaat keadaan ekonomi sedang sulit, mereka harus merelakan upah mereka dipotong setiap bulannya sebesar $1 Singapura. Apakah sulit? Tentu saja sulit. Untuk mendapatkan kepercayaan dari anggota serikat buruh sangatlah sulit. Dibutuhkan kesabaran dalam menggapai mimpi-mimpi kaum buruh yang saat itu tidak akan mungkin terealisasi.

Toko pertama NTUC Singapore, Welcome Supermarket di Blok 192 Toa Payoh Lorong 4 pada tahun 1973, pada awalnya hanya menjual kebutuhan pokok saja. Beras, minyak, telur dan kebutuhan sehari-hari lainnya dijual “dibawah harga pasar”. Hal ini mereka lakukan agar kebutuhan pokok para anggota mereka saat itu dapat terpenuhi. Bayangkan saja, para kartel kebutuhan pokok memonopoli segala jenis kebutuhan pokok sedangkan harga-harga kebutuhan pokok naik terus tak terkendali. Mereka mengawali perjuangan membangun koperasi dimulai dari menjual berbagai macam kebutuhan pokok (sembako).

Dan saat ini, NTUC sudah merambah ke segala bidang, salah satunya yang terbesar dan terbaik adalah NTUC Fairprice dan Finnest (gerai golongan medium yang beroperasi selama 24 jam) yang menjual segala kebutuhan pokok sehari-hari. Untuk menjamin kesehatan dari seluruh anggota NTUC dan juga masyarakat luas, NTUC memiliki NTUC Income yang bergerak di sektor Financial Management dan Asuransi.

Ada NTUC First Campus dan NTUC Learning Hub di bidang pendidikan. Di sektor industri pariwisata dan hiburan, NTUC mempunyai bidang tersendiri yang mengelola sektor tersebut yaitu NTUC Club. NTUC Club terdiri dari berbagai tempat dan sarana pariwisata dan hiburan, antara lain yaitu sarana olahraga, sarana hiburan keluarga, lapangan golf, pusat kebugaran, dan berbagai sektor lain yang dibutuhkan oleh setiap orang, setiap harinya.

Ada NTUC Health yang mengelola bidang kesehatan untuk anggota dan masyarakat Singapura. Bahkan NTUC memiliki NTUC Foodfare yang mengelola bisnis di bidang makanan siap saji di setiap Food Stall atau Storey Food di berbagai mall dan tempat perbelanjaan di seantero Singapura. Luar biasa.

Jika kita menjadi anggota NTUC Singapore berarti kita mempunyai hak untuk merasakan setiap sarana yang dimiliki oleh NTUC, bahkan mempunyai Hak Istimewa yaitu mendapatkan harga khusus. Kenapa bisa mendapatkan harga khusus? Karena selain kita berkontribusi ke koperasi, kita pun adalah bagian dari pemilik usaha tersebut. Indah bukan.

Bayangkan saja, jika kita hanya seorang operator produksi disebuah pabrik elektronik bisa bermain golf dengan seorang direktur dari kantor perusahaan ternama di lapangan golf milik NTUC. Karena salah satu tujuan dari NTUC adalah meningkatkan status sosial seseorang. Menjembatani jurang pemisah antara si Empunya dengan si Kurang Mampu. Tak ada jarak tak ada perbedaan, semua sama dan mempunyai kesempatan yang sama pula. Indah bukan.

Saat ini, iuran (COS) setiap anggota NTUC sebesar $9 Singapura, dan mereka sedang bersiap untuk ekspansi besar-besaran kedepannya. Ada hal penting dan menjadi salah satu kunci sukses dari NTUC Singapore yang disampaikan oleh perwakilan NTUC Singapore ke perwakilan FSPMI. Yaitu peranan 3 stakeholder, serikat pekerja, pemerintah dan pemilik modal. Di Indonesia mungkin kita mengenal istilah LKS Tripartit. Saling bantu-membantu dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat luas. Dan satu hal lagi yang perlu menjadi perhatian, yaitu kita harus mampu mendapatkan kepercayaan publik dalam mengelola setiap bisnis berbasis koperasi yang kita kelola.

Pengelolaan suatu bisnis dan unit usaha haruslah dikelola secara profesional. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan atau ada pihak yang merasa dimanfaatkan. Karena koperasi adalah suatu bentuk usaha yang berazaskan kekeluargaan, kepercayaan dan kemanusiaan. Mengedepankan sikap-sikap sosial dalam pengelolaan ekonomi terlebih lagi dalam mengelola dan membangun kemandirian ekonomi kaum buruh.

Akankah bentuk usaha koperasi dalam membangun kemandirian ekonomi kaum buruh akan mengalami aral dan rintangan? Dalam berbisnis segala resiko sudah pasti akan ada. Sebagai kaum buruh kita harus selalu siap menghadapi, apapun itu resikonya. Bergeraklah demi kemajuan kaum buruh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.