Kebijakan Bupati Semarang Senilai Satu Batang Rokok

  • Whatsapp

Semarang, KPonline – Akhirnya Bupati Semarang Mundjirin mengeluarkan “kebijaksanaan” dalam penentuan UMK 2017 Kabupaten Semarang yang nilainya setara dengan satu batang rokok saja, sehingga angka yang sebelumnya Rp.1.743.000 mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.745.000.

Setelah dua kali gagal bertemu dengan Bupati pada audiens sebelumnya, akhirnya aliansi GEMPUR bertemu juga dengan Bupati Semarang Mundjirin pada hari Jum’at (18/11/2016) menjelang hari terakhir usulan besaran UMK 2017 Kab. Semarang ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Bacaan Lainnya

Mundjirin menemui tiga perwakilan Federasi Serikat Pekerja di Kabupaten Semarang di Kantor Bupati pada jam 11.00 dari waktu yang dijadwalkan yaitu jam 09.00. Audensi yang harusnya terjadi interaksi antara perwakilan dari GEMPUR dengan Bupati berubah hanya menjadi satu arah dimana Bupati menjelaskan telah merevisi kembali UMK 2017 yang diusulkan ke Gubernur.

“Angka yang saya usulkan ke Gubernur ini sudah final, jadi kalian mau apa-apa lagi angka tetap tidak akan bisa berubah. Dan angka ini pun belum saya infokan ke Apindo,” kata Mundjirin.

Bahkan Bupati juga menerangkan bahwa dirinya nanti yang akan menjelaskan ke Apindo perihal revisi angka UMK 2017

“Jadi misal Apindo tidak setuju dengan angka ini nanti saya yang akan bertanggung jawab untuk meyakinkan mereka, masak Cuma naik Rp. 2000 aja gak mau?” Terangnya kemudian.

Mendengar kebijakan yang cuma setara dengan sebatang rokok itu, Ketua PC AMK Kota/Kab Semarang M. Abidin angkat bicara.

“Pemkab Semarang emang cemen, padahal dari Kab. Jepara aja kenaikannya berani sampai 18 persen,” ujarnya.

Menyikapi keputusan Bupati tersebut, aliansi GEMPUR sebenarnya akan melakukan aksi di hari Sabtu, (19/11/2016) akan tetapi karena terkendala perijinan yang mendadak. Ijin dari Kapolres Semarang tidak turun sehingga Aksi ditunda. (*)

Penulis : Supriyono

Pos terkait