Jelang Mogok Nasional, KC FSPMI Bandung Raya Sambangi PUK PT. Chitose

  • Whatsapp

Bandung, KPonline – Sekitar empat ratus anggota PUK SPL-FSPMI PT. Chitose Internasional Tbk dari tingkat operator sampai dengan manajer, mengikuti konsolidasi dan diskusi terkait penolakan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja.

Agenda tersebut dilakukan setelah pulang bekerja dan langsung berkumpul memadati kantin perusahaan yang telah disiapkan oleh pengurus PUK.

Berita Lainnya


Antusiasme mereka dalam mengikuti agenda ini, terdorong oleh keresahan bila nanti Omnibus Law tersebut disahkan. Karena dinilai banyak sekali merugikan kelas pekerja atau kaum buruh bahkan cenderung menghilangkan kesejahteraan kelas pekerja atau kaum buruh.

Seperti yang disampaikan oleh Perangkat Cabang, baik KC maupun PC FSPMI Bandung Raya yang dihadiri oleh Jujun Juansah (ketua KC FSPMI), Hendrayana (sekretaris KC/ketua PC SPAI-FSPMI), Djuanda (pengurus PC FSPMI), Yayan Mulyana (koordinator Garda Metal Bandung Raya) dan jajaran perangkat cabang lainnya.

Jujun Juansah dalam sambutannya menyampaikan, “saat ini kita tidak bisa tinggal diam atau hanya berdoa saja, menitipkan nasib kita kedepan yang betul-betul sedang terancam. Jika kawan-kawan peduli dengan masa depan kita dan generasi kita, maka tidak ada pilihan lagi selain kita bergerak bersama dengan serius bukan lagi main-main,” tegasnya.

Selain itu Hendrayana menyampaikan arahan dan motivasinya, bahwa PUK SPL-FSPMI PT. Chitose adalah PUK dengan anggota terlama dan terbesar di Bandung Raya dan hingga saat ini masih tetap konsisten berjuang bersama dengan PUK-PUK yang lainnya. Maka hal ini tentu harus dipertahankan, terlebih terkait penolakan Omnibus Law Hendra mengajak kepada seluruh peserta yang hadir, mari kita sama-sama berjuang melawan bahayanya Omnibus Law yang akan merugikan kita dan generasi kita kelak. Ungkapnya.

Acara ditutup dengan foto bersama dan perekaman video bersama atas penolakan RUU tersebut, yang akan dibahas dan disahkan oleh DPR RI pada tanggal 23 Maret mendatang. (Asep Rosid)

Pos terkait